
Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Inovasi baru hadir di Museum Negeri Mulawarman. Tak hanya dikenal sebagai pusat sejarah, kawasan ini kini mengembangkan konsep “Rumah Kebun” dengan budidaya anggur sebagai daya tarik baru.
Program ini memanfaatkan lahan strategis museum untuk menghadirkan perpaduan antara wisata, edukasi, dan potensi ekonomi daerah.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Rahmat Ramadhan, menyampaikan apresiasinya setelah meninjau langsung panen perdana anggur di lokasi tersebut.
“Tadi kita sudah melihat hasil panennya, buah anggurnya cukup banyak dan rasanya manis serta enak. Ini potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah karena lokasinya yang sangat strategis,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, keberadaan kebun anggur ini berpeluang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru jika dikembangkan secara optimal.
Tak hanya berorientasi ekonomi, Rumah Kebun juga dirancang sebagai wahana edukasi, khususnya bagi anak-anak di Tenggarong.
Melalui kebun ini, siswa dapat belajar langsung tentang proses budidaya tanaman buah, mulai dari penanaman hingga panen, di lingkungan perkotaan.
Rahmat mengakui, program ini masih berada pada tahap awal pengembangan. Evaluasi dan perbaikan teknis akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hasil panen ke depan.
“Ini masih panen perdana, jadi tentu ada plus minusnya. Harapannya, pengembangan ke depan bisa lebih bermutu dan memastikan rasa anggurnya tetap manis konsisten,” tambahnya.
Sementara itu, Plt UPTD Museum Mulawarman, Sugiyono Ideal, menegaskan bahwa kebun anggur ini juga memiliki fungsi ekologis.
“Disamping sarana edukasi, tanaman anggur ini berfungsi sebagai ruang terbuka hijau. Ruang hijau sangat penting untuk mengurangi polusi udara karena mampu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen,” jelasnya.
Keberadaan kebun ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mempercantik kawasan museum.
Dengan menggabungkan unsur wisata sejarah, edukasi pertanian, dan pelestarian lingkungan, Rumah Kebun Museum Mulawarman dinilai sebagai model pemanfaatan lahan publik yang inovatif.
Jika dikembangkan secara konsisten, konsep ini berpotensi menjadi ikon baru di Kalimantan Timur, sekaligus inspirasi bagi daerah lain. (Ang)





