Aset Dianggap Tidak Ada Kontribusi, Pansus Minta Perumda Manuntung Audit Kinerja

Rapat Pansus Perumda Manuntung di ruang Rapat Paripurna DPRD Balikpapan. (ist)

BALIKPAPAN – Setelah sebelumnya sempat tertunda dikarenakan yang bersangkutan berhalangan hadiri, kini rapat Panitia Khusus (Pansus) Perumda Manuntung kembali digelar di ruang Rapat Paripurna DPRD Balikpapan.

Dalam rapat kali ini bermaksud untuk meminta keterangan ke beberapa pihak terkait aset yang dianggap belum memberikan kontribusi ke daerah.

Wakil Pansus Perumda Manuntung, Syukri Wahid menginginkan agar dilakukan audit kepada Perumda. Hal ini karena didapati beberapa aset yang tidak memberi manfaat untuk Pemkot Balikpapan.

“Jadi ini penting pansus untuk mengevaluasi minta dilakukan audit kinerja. Bisa dilakukan dari Inspektorat bisa BPK supaya clear,” ucap Syukri Wahid, Selasa (29/06/2021).

Bahkan Syukri sendiri memberikan beberapa contoh dalam target periklanan di kawasan Kariangau, yang dimana target Rp900 juta pertahun namun realisasinya hanya sekitar Rp50 juta.

“Alasan tidak tercapai karena bila bla bla,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syukri juga menyinggung mengenai aset tanah yang dimiliki perumda, namun tak difungsikan sebagaimana mestinya. Mengingat salah satu tanah yang dibeli seharga Rp300 juta, tidak juga dibangun apapun atau difungsikan.

“Sudah dimiliki sejak tahun 90-an ke bawah saya gak tau tanah itu digunakan untuk apa, dibeli untuk apa, sampai hari ini tidak dibangun apa-apa. Kalau nggak jual aja jadikan aset kembali,” lanjutnya.

Untuk itu, rencananya Pansus Perumda Manuntung akan mengevaluasi dan memberikan rekomendasi kepada Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. Karena revitalisasi aset BUMD adalah bagian dari visi misi Wali Kota terpilih.

“Sampai detik ini saya bisa berkesimpulan perumda itu sakit karena tidak ada hasilnya,” tegas Syukri Wahid. (cps)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *