
Jakarta, Kaltimedia.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), termasuk menjerat pejabat tinggi sebelumnya yang diduga terlibat.
Permintaan tersebut disampaikan Noel usai menghadiri sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026), dengan agenda pemeriksaan terdakwa lain, Irvian Bobby Mahendro, yang diajukan sebagai saksi mahkota.
“Harapan saya dibongkar semua, jangan setengah-setengah. Kalau menteri lama terlibat, proses juga. Kalau wakil menteri lama terlibat, proses juga,” ujar Noel kepada wartawan.
Noel menilai tidak logis jika dugaan praktik korupsi tersebut hanya melibatkan pejabat di level bawah. Ia beranggapan pimpinan sebelumnya semestinya mengetahui adanya praktik tersebut.
Menurutnya, masa jabatannya yang relatif singkat menjadi alasan bahwa persoalan ini kemungkinan telah berlangsung sebelumnya.
“Kalau saya baru menjabat 10 bulan, berarti logikanya pejabat sebelumnya juga mengetahui. Jangan hanya yang bawah saja yang diproses,” tegasnya.
Dalam persidangan tersebut, Bobby yang dikenal dengan julukan “Sultan Kemnaker” dijadwalkan memberikan keterangan sebagai saksi mahkota. Namun, sidang ditunda hingga Senin (20/4/2026) karena kendala administrasi serta adanya keberatan dari pihak Noel.
Noel sendiri menyatakan tidak khawatir terhadap keterangan yang akan disampaikan oleh saksi mahkota. Ia tetap yakin tidak bersalah dan menyebut kasus yang menjeratnya sebagai “titipan”.
Di sisi lain, pihak Bobby menyebut pengajuan diri sebagai saksi mahkota bertujuan membantu mengungkap dugaan perbuatan Noel yang dinilai sulit dibuktikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi. (Ang)





