Siswa MIN 2 Ketahun Bengkulu Utara Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan MBG

Gambar saat ini: Foto: Siswa MIN 2 Ketahun Bengkulu Utara Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan MBG. Sumber: Istimewa.
Foto: Siswa MIN 2 Ketahun Bengkulu Utara Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan MBG. Sumber: Istimewa.

Bengkulu Utara, Kaltimedia.com – Dunia pendidikan kembali berduka setelah seorang siswa MIN 2 Ketahun meninggal dunia pada Sabtu (28/2/2026). Korban diduga mengalami keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga memicu perhatian publik terhadap sistem pengawasan distribusi makanan di sekolah.

Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kematian siswa tersebut.

Desakan Evaluasi Program MBG

Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, menilai insiden ini tidak bisa dianggap sepele. Ia menegaskan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan, termasuk program penyediaan makanan di sekolah.

“Turut berduka cita atas meninggalnya siswa MIN 2 Ketahun Bengkulu Utara yang meninggal dunia diduga akibat keracunan MBG,” katanya saat dihubungi fajar.co.id, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan, apabila dugaan tersebut terbukti, maka evaluasi menyeluruh terhadap program MBG perlu segera dilakukan.

“Jangan sampai terjadi Pembunuhan Massal,” tegasnya.

Polisi Tunggu Hasil Laboratorium

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, membenarkan adanya laporan meninggalnya seorang siswa. Namun, ia menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kejadian.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya ananda. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pastinya, sedang menunggu jam kerja untuk hasil pemeriksaan laboratorium keluar,” jelasnya.

Sebelumnya, kepolisian menyebut hanya satu siswa yang dilaporkan mengalami gejala sakit dari sejumlah penerima MBG. Namun, setelah adanya korban meninggal dunia, penyelidikan diperluas dengan mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap pihak sekolah, penyedia katering, serta tenaga medis yang menangani korban.

Kekhawatiran Wali Murid

Informasi dugaan keracunan pertama kali beredar melalui media sosial dan grup WhatsApp wali murid. Dalam tangkapan layar grup “Kelas 1B MIN 2 BU”, orang tua siswa diimbau untuk tidak memberikan paket MBG yang belum dikonsumsi anak-anak mereka.

Imbauan tersebut muncul setelah seorang siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu berupa roti burger, pisang, dan kacang. Foto korban saat menjalani penanganan medis turut beredar dan memicu kekhawatiran di kalangan orang tua.

Meski demikian, pihak kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil uji laboratorium diumumkan secara resmi.

Evaluasi Keamanan Pangan di Sekolah

Peristiwa ini kembali menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat terhadap standar keamanan pangan dalam program makanan sekolah. Evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi dan pengawasan kualitas, dinilai menjadi langkah krusial guna mencegah kejadian serupa.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum maupun kebijakan lanjutan. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *