Tinjau Bendali Hulu Sungai Ampal, Bagus Susetyo: Strategi Penting Pengendalian Banjir di Balikpapan

Potret Bendungan Kendali (Bendali) Hulu Sungai Ampal yang akan menjadi infrastruktur penting dalam strategi penanganan banjir.

KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal yang menjadi salah satu proyek strategis di kawasan kota. Infrastruktur pengendali banjir tersebut diharapkan mampu menahan aliran air dari daerah hulu sebelum memasuki kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat di wilayah hilir.

Pembangunan bendali tersebut dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Balikpapan dalam menuntaskan persoalan banjir yang selama ini menjadi perhatian utama masyarakat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa keberadaan Bendali Hulu Sungai Ampal merupakan komponen penting dalam strategi penanganan banjir yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kami ingin penanganan banjir dilakukan secara bertahap tetapi menyeluruh. Bendali ini merupakan salah satu infrastruktur penting yang diharapkan mampu mengurangi debit air dari kawasan hulu sebelum masuk ke permukiman warga,” ujar Bagus saat meninjau lokasi pembangunan, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, fungsi bendali tidak hanya sebatas sebagai kolam penampungan air sementara saat hujan dengan intensitas tinggi. Fasilitas tersebut juga dilengkapi sistem pengendalian aliran yang memungkinkan air dilepas secara bertahap sehingga tidak membebani jaringan drainase maupun sungai di kawasan hilir.

“Konsepnya adalah menahan air terlebih dahulu, kemudian mengalirkannya secara terukur. Dengan begitu beban saluran di hilir tidak terlalu besar sehingga potensi banjir bisa dikurangi,” katanya.

Pemerintah Kota Balikpapan, lanjut Bagus, terus melakukan koordinasi intensif dengan BWS Kalimantan IV guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal, spesifikasi teknis, serta standar kualitas yang telah ditetapkan sejak awal pelaksanaan proyek.

“Kami berharap pekerjaan ini selesai tepat waktu. Yang tidak kalah penting, kualitas konstruksinya juga harus benar-benar dijaga karena fasilitas ini diproyeksikan untuk dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Berdasarkan data teknis proyek, Bendali Hulu Sungai Ampal dirancang memiliki kapasitas tampung mencapai sekitar 126.274,50 meter kubik dengan luas kolam retensi sebesar 101.674 meter persegi. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mengurangi luapan air hingga 15,70 persen atau setara dengan sekitar 40 hektare area terdampak banjir.

Pengurangan debit tersebut mencakup tiga saluran utama yang selama ini menjadi kontributor aliran menuju kawasan hilir, yakni Saluran Straat III, Saluran Sumberejo, dan Saluran Depsos Bawah.

Meski demikian, Bagus menilai keberhasilan pengendalian banjir tidak dapat bergantung sepenuhnya pada pembangunan infrastruktur fisik. Partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kebersihan saluran air juga menjadi faktor yang sangat menentukan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga sungai dan saluran drainase. Jangan membuang sampah sembarangan karena itu menjadi salah satu penyebab aliran air tersumbat. Kalau infrastrukturnya sudah baik tetapi salurannya dipenuhi sampah, hasilnya tentu tidak akan maksimal,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan bendali dapat menjawab harapan masyarakat terhadap penanganan banjir yang lebih efektif dan berjangka panjang di Kota Balikpapan.

“Pemerintah terus berupaya menghadirkan solusi terbaik. Memang penanganan banjir tidak bisa selesai dalam waktu singkat, tetapi kami optimistis dengan pembangunan bendali dan berbagai program pengendalian lainnya, kondisi di Balikpapan akan semakin baik,” ungkapnya.

Proyek Bendali Hulu Sungai Ampal sendiri memiliki masa pelaksanaan selama 270 hari kalender. Lingkup pekerjaannya meliputi normalisasi sungai, pembangunan pelimpah samping, pembangunan kolam retensi, pintu outlet, hingga penataan kawasan di sekitar bendali.

Memasuki minggu ke-15 pelaksanaan, progres fisik proyek telah mencapai 11,59 persen dari target rencana sebesar 13,81 persen atau mengalami deviasi sekitar 2,23 persen. Kendati demikian, Pemerintah Kota Balikpapan tetap optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

“Harapan kami sederhana, ketika proyek ini selesai, masyarakat bisa merasakan dampaknya secara nyata melalui berkurangnya genangan saat hujan deras. Itu yang terus kami perjuangkan bersama pemerintah pusat,” tutup Bagus. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *