
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan (Disdikbud), Irfan Taufik, secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadan bagi siswa sekolah dasar (SD) se-Kota Balikpapan yang dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Balikpapan, Selasa (3/3/2026). Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keimanan selama bulan suci Ramadan.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kementerian Agama Kota Balikpapan, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid PSD) Disdikbud Kota Balikpapan, serta Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD se-Kota Balikpapan. Kehadiran berbagai unsur pendidikan tersebut menunjukkan sinergi lintas lembaga dalam mendukung pembinaan karakter peserta didik sejak usia dini.
Mengusung tema “Meneguhkan Iman, Menguatkan Akhlak, Menyiapkan Pelajar Qur’ani”, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Disdikbud Kota Balikpapan, Kementerian Agama Kota Balikpapan, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) SD se-Kota Balikpapan. Program tersebut dirancang sebagai ruang pembinaan spiritual sekaligus penguatan nilai moral bagi siswa sekolah dasar.
Dalam sambutannya, Irfan Taufik menegaskan bahwa Pesantren Ramadan tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting dalam membangun karakter generasi muda. Ia mengajak seluruh peserta didik, guru, serta orang tua untuk memaknai kegiatan ini sebagai proses pembelajaran nilai kehidupan yang berkelanjutan.
“Pesantren Ramadan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi kesempatan untuk memperkuat karakter anak-anak kita. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, membangun kedisiplinan, dan menanamkan akhlak mulia sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam menanamkan kebiasaan baik selama Ramadan agar nilai-nilai yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan semata, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Irfan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian yang beriman, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti Pesantren Ramadan menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang holistik.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dan empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan membentuk generasi Pelajar Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap kegiatan Pesantren Ramadan dapat terus menjadi wadah pembinaan karakter yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan berkarakter. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)



