
Jakarta, Kaltimedia.com – Kedutaan Besar Iran di Indonesia menyampaikan pernyataan terbaru pada hari ketiga konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Dalam keterangannya, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengajak negara-negara anggota Developing Eight (D8) untuk bersama-sama mengecam serangan tersebut.
Adapun negara anggota D8 terdiri dari Nigeria, Azerbaijan, Bangladesh, Turki, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, dan Pakistan.
Dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Senin (2/3), Boroujerdi mengajak Indonesia membayangkan apabila situasi serupa terjadi di wilayahnya.
“Saya tanya kepada Anda jika sebuah negara yang letak geografisnya jauh dari Indonesia datang ke wilayah sini dan memanfaatkan atau menyalahgunakan wilayah negara lain untuk menyerang Indonesia apa yang Anda akan lakukan?” kata Boroujerdi.
Ia juga menegaskan bahwa Iran selama ini tidak mengambil posisi agresif terhadap negara-negara di kawasan.
“Kami memberikan penghormatan terhadap negara-negara tetangga dan sangatlah menghormati mereka. Dikarenakan bagi kami musuh kami hanyalah Amerika Serikat dan rezim zionis Israel,” ujarnya.
Menurut Boroujerdi, Iran membutuhkan dukungan dan solidaritas dari negara-negara lain, khususnya anggota D8, untuk mengecam tindakan yang dinilai sebagai langkah sepihak oleh Israel dan Amerika Serikat.
Ia menyebut pernyataan tegas dari D8 akan menjadi langkah awal yang penting dalam merespons situasi yang berkembang.
“Berkaitan dengan D8 kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh Amerika Serikat dan rezim zionis Israel terhadap negara kami,” tutupnya.
Situasi konflik di kawasan Timur Tengah hingga kini masih terus berkembang, dengan masing-masing pihak menyampaikan sikap dan diplomasi kepada komunitas internasional. (Ang)



