
Samarinda, Kaltim – Pelaksanaan Piala Soeratin U-13 dan U-15 Putaran Provinsi Kalimantan Timur dipastikan akan dimulai pada 14 Juli 2025 di GOR Kadrie Oening, Sempaja, Kota Samarinda. Turnamen ini akan mempertemukan 20 klub SSB dari 9 kabupaten/kota, kecuali Mahakam Ulu yang absen tahun ini.
Kompetisi bergengsi antar pemain muda ini digelar oleh Asprov PSSI Kaltim bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, sebagai bagian dari proses seleksi wakil Kaltim menuju putaran nasional yang akan berlangsung pada September 2025.
Menariknya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapatkan tambahan satu slot peserta pada masing-masing kategori umur. Hal ini diputuskan karena Kukar menunjukkan komitmen tinggi dalam pelaksanaan Piala Soeratin Regional.
“Kami di Asprov sudah berembuk dan memutuskan dengan asas keadilan, bahwa Kutai Kartanegara layak mendapatkan dua slot,” ujar Reza Katamsi, Direktur Kompetisi Asprov PSSI Kaltim, Sabtu (12/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa absennya Mahakam Ulu dalam menggelar Piala Soeratin di tingkat regional turut menjadi faktor pertimbangan, sehingga slot tersebut dialihkan kepada Kukar.
Selain itu, Kukar dinilai unggul dalam hal administrasi tertib, antusiasme klub, dan koordinasi yang baik melalui Askab-nya, yang menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan pembinaan usia dini di wilayahnya.
“Penilaian ini tidak subjektif, tapi berdasarkan indikator objektif, termasuk kesiapan Askab, tertib administrasi, dan keseriusan penyelenggaraan,” tambah Reza.
Dengan adanya sistem slot seperti ini, Asprov berharap daerah lain termotivasi untuk menyelenggarakan turnamen regional secara lebih serius di tahun depan. Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan sepak bola usia muda di Kaltim.
“Harapannya, sistem slot ini menjadi pemicu agar kabupaten/kota lain juga menggulirkan kompetisi regional yang rapi dan kompetitif,” ucap Reza.
Asprov PSSI Kaltim juga telah menetapkan aturan ketat untuk tahun ini, termasuk larangan bagi pemain dari kabupaten untuk bermain di klub kota. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat potensi lokal dan mengembangkan talenta di wilayah domisili masing-masing.
Pendaftaran peserta menggunakan sistem SIAP (Sistem Informasi dan Administrasi PSSI), yang membuat penyimpangan terhadap aturan langsung ditolak secara sistem.
“Ini demi pembinaan yang merata dan mendorong klub-klub lokal untuk serius membina pemain asli daerahnya,” tegas Reza.
Dengan regulasi yang lebih disiplin dan semangat kompetitif yang semakin tinggi, diharapkan Piala Soeratin Regional Kaltim 2025 dapat menjadi ajang pembuktian talenta muda terbaik dari seluruh penjuru provinsi. (Dy)
Editor: Ang





