
Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin beri penjelasan ke wartawan, Kamis (5/12/2024)
SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KONI Kaltim) akan menggelar pelatihan pelatih fisik nasional level 1 tahap kedua. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan tanggal 13-16 Desember 2024 di Samarinda.
Program pelatihan pelatih fisik tahap pertama sebelumnya juga sudah sukses terlaksana pada 8-11 November 2024 di tempat yang sama di Gedung Bulutangkis, Komplek GOR Kadrie Oening, Samarinda.
Wakil Ketua I KONI Kaltim yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Pelatihan Pelatih Fisik, Ego Arifin menjelaskan program pelatihan tahap kedua ini akan kembali diikuti sebanyak 50 pelatih fisik. Termasuk 5 orang peserta tahap pertama ikut karena masih belum sesuai nilai standar dari narasumber.
Kelima pelatih fisik yang menjalani pelatihan ulang ini bukan berarti tidak lulus. Namun sebagai bentuk mempertajam kemampuannya, maka perlu mengikuti kembali pelatihan tahap kedua ini. Di mana nantinya setelah ini sertifikatnya akan dibagian oleh KONI Kaltim kepada pelatih fisik Pengprov cabor.
Kemudian narasumber yang hadir juga sama seperti tahap pertama yakni Prof. Ria Lumintuarso dan Devi Tirtawirya dari Lembaga Pendidikan Pelatih Olahraga (LANKOR).
“Kalau yang kali ini ada cabor yang kemarin juga ikut berdssarkan rekomendasi pak Ria bahwa ada beberapa pelatih di suruh ulang pelatihan untuk menajamkan dan memantapkan, termasuk yang 5 itu dipanggil. Untuk menajamkan pembuatan program atau praktek di lapangan, materi tetap, jamnya sama, jumlah mapelnya sama, peserta 50 termasuk tambahan,” kata Ego Arifin, dalam konfrensi pers di KONI Kaltim, Kamis (5/12/2024).
Selain itu masih ada beberapa kuota untuk cabor yang memiliki beberapa jenis kategori atau nomor tanding. Sehingga KONI mengakomodir nama-nama peserta yang telah direkomendasikan Pengprov Cabor.
“Kuotanya masih ada 3, kemarin gulat kalau ada putri, karena putra sepertinya sudah, dan kita tau gulat cabor unggulan meminta tambahan, triathlon juga kita akomodir, termasuk FASI. Kalau cabor lain normal saja dan namanya sudah masuk,” ujarnya.
KONI Kaltim juga memberikan undangan kepada beberapa kampus atau universitas untuk dapat mengirimkan perwakilannya agar nantinya menjado bagian dan aset KONI kedepannya.
“Dari kampus IKIP sudah, UMKT juga sudah dan Unmul yang belum kasih nama. Itu jadi nanti jadi aset KONI untuk pelatih. Jadi statusnya nanti aset kita karena kita sudah kerjasama dengan perguruan tinggi, mereka sudah tau dan mereka datang. Cuma ada nanti bisa saja mereka masuk ke cabor tertentu, tapi yang rekomendasi bukan cabor tapi perguruan tinggi,” ucap Ego. (dy)



