Wushu Paser Jalani TC Mandiri Jelang Porprov Kaltim 2026, Hadapi Sejumlah Kendala

Gambar saat ini: Foto: Wushu Paser Jalani TC Mandiri Jelang Porprov Kaltim 2026, Hadapi Sejumlah Kendala. Sumber: Istimewa.
Foto: Wushu Paser Jalani TC Mandiri Jelang Porprov Kaltim 2026. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Pengurus Cabang Wushu Indonesia (Pengcab WI) Kabupaten Paser mulai mengintensifkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 tahun 2026 dengan menerapkan program training camp (TC) mandiri bagi para atlet.

Program ini menjadi langkah awal mengingat Paser akan bertindak sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026.

Pelatih Wushu Paser, Nur Hadijah, menjelaskan bahwa selama menjalani program latihan mandiri, timnya masih menghadapi sejumlah kendala, baik dari sisi atlet maupun fasilitas pendukung.

“Kendala utama hampir sama dengan cabang olahraga lain, yaitu kebutuhan vitamin atlet. Selain itu, ada juga masalah waktu latihan karena sebagian atlet sudah bekerja,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian atlet yang bekerja baru dapat bergabung latihan setelah sore hari, sementara jadwal latihan sering dimulai lebih awal.

“Ada yang pulang kerja jam lima sore, sementara latihan kadang dimulai jam 15.30. Jadi harus menyesuaikan dan menunggu mereka,” jelasnya.

Selain itu, kebutuhan suplemen dinilai penting untuk menjaga kondisi fisik atlet tetap prima, terutama saat memasuki fase latihan intensif menjelang kompetisi.

Kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas latihan. Peralatan yang tersedia dinilai belum memenuhi standar, khususnya untuk dua nomor utama dalam wushu, yakni Sanda dan Taolu.

Saat ini, latihan masih terpusat di kawasan Stadion Sadurengas dengan fasilitas yang terbatas.

“Matras ada, tapi belum standar. Untuk Sanda seharusnya pakai Litai seperti ring, tapi belum tersedia. Taolu juga butuh matras khusus,” terang Hadijah.

Guna meningkatkan kualitas teknik dan fisik atlet, Wushu Paser menargetkan bisa menjalani TC di luar daerah, khususnya di Jawa Tengah.

Menurut Hadijah, daerah tersebut memiliki kualitas atlet yang tinggi dan bisa menjadi tempat ideal untuk try out maupun sparring partner level nasional hingga internasional.

“Kalau memungkinkan, kami ingin TC 2–3 bulan di luar daerah. Harapannya atlet bisa mendapat pengalaman dan peningkatan kemampuan,” ujarnya.

Meski rencana TC luar daerah dinilai strategis, realisasinya masih bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah daerah, dalam hal ini melalui dinas terkait.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, Wushu Paser tetap optimistis dapat memaksimalkan persiapan demi meraih hasil terbaik saat tampil di Porprov Kaltim 2026 sebagai tuan rumah. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *