Cegah Henti Jantung Mendadak, PP KORI Kaltim Sarankan Cek Kesehatan Sebelum Berolahraga

Ketua PP KORI Kaltim, Dr Sadik Sahil

SAMARINDA – Belum lama ini beberapa kabar duka mengenai adanya insiden saat olahraga, baik itu atlet maupun yang bukan atlet. Seperti Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) saat bermain bulutangkis dan atlet dari Paser saat bertanding cabor tenis lapangan dalam ajang Porprov Korpri. Mereka diduga mengalami henti jantung mendadak saat berolahraga.

Ketua Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (PP KORI Kaltim), Dr. Sadik Sahil menjelaskan sebelum melakukan aktivitas fisik yang berat sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan.

“Intinya kan segala sesuatunya itu kembali kepada kondisi kesehatan. jadi sebagaimana atlet-atlet ini sebelum bertanding harus mempersiapkan diri kondisi kesehatannya harus dalam keadaan sehat bugar. Tentunya kan perlu pemeriksaan-pemeriksaan yang tentunya harus dimiliki seorang atlet,” kata Dr Sadik Sahil saat ditemui di KONI Kaltim beberapa waktu lalu.

Menurutnya saat ini banyak orang yang sudah lanjut usia berolahraga seperti joging, bulutangkis, futsal dan beberapa kegiatan  lainnya. Menurutnya hal itu sangat dan perlu melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berolahraga.

“Apalagi kalau misalnya ini dalam usia yang lanjut, kemudian belum lagi pertandingan apa yang akan dihadapinya. Tentunya kan antara cabor-cabor itukan berbeda-beda, dari sisi aspek penanganan tersebut dan dari sisi aspek kekuatan kebugaran dan sebagainya,” ucapnya.

Dr. Sadik menerangkan mengenai jenis olahraga dan usia itu tidak ada masalah. Selama kondisi kesehatan masih normal dan bisa beraktifitas. Namun jika memaksakan diri tanpa mengecek kesehatan, bisa fatal bagi seorang atlet pun.

“Kalau kriteria tidak ada, tergantung kondisi fisik dari atlet itu saja. Tetapi memang ada tolok ukur yang harus dimiliki oleh seorang atlet. Jadi jika dia melihat adanya suatu event daripada cabor yang akan diikuti, artinya harus dapat mengukur individu sendiri terhadap cabor yang dipertandingkan diikuti,” ujarnya Dr. Sadik.

Jika merasa kondisi sehat dan ingin berolahraga, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Sebab banyak orang yang masih menyepelekan sisi kesehatan yang tidak dapat diprediksi saat berolahraga.

“Kita harus mawas diri, artinya kan semakin umur kita bagaimana pun juga kan ada batasannya, jadi harus mengukur itu. Jadi jangan memilih misalnya pertandingan yang memberatkan, misalnya tenis, futsal, sepakbola masih lumayan daripada futsal. bulu tangkis juga berat, itukan harus diukur,” katanya.

Dr Sadik menyampaikan agar masyarakat ataupun atlet yang hendak berolahraga, sebaiknya melakulan pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan, agar tidak berakibat fatal saat melakukan aktifitas olahraga. Meskipun olahraga itu bersifat ringan sekalipun. (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *