
SAMARINDA – Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Kaltim berangsur turun. Meski begitu, Jawad Sirajuddin anggota Komisi IV DPRD Kaltim mengatakan masyarakat tidak boleh lengah dan tren positif tersebut harus dipertahankan.
Jawad menambahkan, menurunnya status level PPKM ini merupakan harapan seluruh masyarakat Kaltim. Tentunya, dengan target untuk terbebas dari penyebaran Covid-19.
Politisi PAN ini pun mengapresiasi kinerja seluruh stakeholder dalam penanganan Covid-19.
“Kalau bisa ditekan sampai ke level 1, ataupun sampai hilang,” katanya, Selasa (5/10/2021).
Dalam menangani Covid-19 sebutnya perlu keterlibatan seluruh pihak. Pun partisipasi masyarakat juga diperlukan.
“Covid-19 ini kan melemahkan ekonomi, memperlambat pembangunan, semua sektor terdampak. Jadi kita semua itu harus bergerak bersama melawannya, karena memang ini musuh bersama,” ungkapnya.
Dalam upaya pencegahan, warga jangan merasa angkuh untuk tidak menaati protokol kesehatan (Prokes), karena hal itu sangat diperlukan. Selain itu, vaksinasi juga harus terus didorong, dengan target dapat mencapai 50 persen hingga akhir tahun nanti.
Diketahui berdasarkan Inmendagri 48/2021, terdapat lima daerah yang berstatus PPKM level 3 yakni Kabupaten Berau, Kutai Barat, Kutai Timur, Mahakam Ulu dan Bontang. Sementara, yang sudah di level 2 yaitu Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Balikpapan dan Kutai Kartanegara. (rzk)





