
SAMARINDA – Tim panahan Kalimantan Timur yang akan berlaga pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 Tahun 2021 di Papua mendatang, kini tengah memantapkan tekniknya dalam meningkatkan akurasi dan ketajaman dalam membidik sasaran.
Seperti yang dijelaskan Wakil Ketua I Pengprov Persatuan Panahan Indonesia Kalimantan Timur (Perpani Kaltim), Sugeng Mochdar, dalam menuju ke Bumi Cendrawasih nanti, pihaknya akan membawa timnya sebanyak 10 orang, dengan mengikuti tiga divisi.
“Untuk saat ini diketahui atlet Kalimantan Timur yang mengikuti PON sudah masuk Puslatda. Tidak terkecuali dari tim panahan Kalimantan Timur. Tim ini diketahui dengan kekuatan 10 orang, 3 putra, 3 putri, dan 2 pelatih, serta 1 officialtehnik (oftek). Dari 10 itu mengikuti dari 3 divisi, divisi compound, standar bow dan recurve,” ungkapnya.
Sugeng yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Perpani Kaltim kembali menjelaskan, panahan Benua Eta akan mengikuti 5 nomor yang akan dipertandingkan di Papua, dengan memperkuat pada divisi standar bow.
“Mereka siap untuk bertarung di PON Papua nanti. Dari ketiga atlet putra dan putrinya itu memperkuat di divisi standar bow. Dengan mengikuti 5 nomor tanding, putra putri per-orangan, beregu putra putri, dan satu mix putra putri. Yang lainnya sisa compound beregu dan satu recurve. Jadi jumlahnya 10,” jelasnya.
Ditambahkan Sugeng, sebelum timnya berlaga di Papua nanti, para atlet sudah sangat jauh hari mempersiapkan diri. Bahkan sebelum covid mewabah, pemanah Kaltim sudah menjalankan latihan mandiri secara intensif.
“Dari situ kita persiapan tidak hanya pada Puslatda saat ini, tetapi jauh sebelum pandemi, kita pun juga sudah melaksanakan latihan-latihan walaupun hanya sifatnya secara perorangan atau individual. Kita selalu kontrol melalui virtual zoommeeting,” serunya.
“Ini sesuai dengan program desentralisasi mandiri yang diterapkan oleh KONI Kaltim. Nah ketika mereka masuk di dalam Puslatda ini sudah tentu bukan hal yang baru lagi. Kalau tadinya mereka mencar ditempat masing-masing dan sekarang sudah bersatu, mereka tinggal bergabung. Artinya memperbaiki tehnik terutama mereka yang beregu mix putra putri dan mereka perlu menjadi satu jiwa” tambahnya. (dy)





