
Solo, Kaltimedia.com – Mantan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi disebut siap kembali aktif turun ke daerah bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang kontestasi politik 2029 mendatang.
Sinyal tersebut disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, usai dirinya bertemu langsung dengan Jokowi di Solo belum lama ini. Bestari mengaku keyakinannya bergabung ke PSI semakin kuat setelah melihat keseriusan Jokowi mendukung partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep tersebut.
“Dalam satu kesempatan [Jokowi bilang] ‘Saya siap enggak pulang satu bulan, dua bulan [buat PSI],’” ujar Bestari kepada Tirto, Jumat (29/5/2026).
Menurut Bestari, safari daerah Jokowi dijadwalkan mulai berlangsung pada Juli 2026. Agenda tersebut disebut tidak hanya memenuhi undangan masyarakat, tetapi juga akan melibatkan kader PSI di daerah.
“PSI di wilayah nanti mungkin juga mengundang tokoh masyarakat untuk bisa bertemu Pak Jokowi melepas kerinduan,” kata Bestari.
Ia menilai, langkah Jokowi turun langsung ke daerah menjadi sinyal bagi PSI agar mulai memanaskan mesin politik hingga ke tingkat akar rumput menjelang Pemilu 2029.
Bestari juga berharap Jokowi nantinya secara terbuka menyampaikan posisinya bersama PSI kepada publik. Menurutnya, hal itu penting agar masyarakat memahami bahwa Jokowi sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan.
“Kami berharap Pak Jokowi menyampaikan kepada masyarakat bahwa beliau sudah tidak lagi di partai lama yaitu PDIP, tapi sudah bersama PSI,” ujarnya.
Ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan adanya rencana kunjungan daerah yang akan dilakukan Jokowi mulai Juni 2026. Namun, ia belum mengungkap secara detail lokasi dan agenda yang akan dihadiri mantan kepala negara tersebut.
“Banyak undangan yang masuk dari berbagai daerah, sehingga Bapak berencana meluangkan waktu bersilaturahmi dan memenuhi undangan tersebut,” kata Syarif.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, mengungkapkan Lampung akan menjadi salah satu daerah pertama yang dikunjungi Jokowi. Setelah itu, Jokowi juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah di Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya.
Freddy menegaskan agenda safari daerah tersebut bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjaga komunikasi dengan relawan dan pendukung Jokowi di daerah.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya koordinasi dengan PSI dalam agenda tersebut.
“Projo selalu berkoordinasi dengan siapa saja, termasuk dengan PSI,” ujar Freddy.
Pengamat komunikasi politik Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, menilai langkah Jokowi mendekat ke PSI merupakan kebutuhan politik untuk menjaga eksistensi pengaruh keluarga Jokowi pasca renggang dengan PDIP.
Menurut Kunto, safari daerah menjadi sarana aktivasi basis massa yang selama ini dibangun Jokowi saat menjabat presiden.
“Menyapa rakyat yang dulu ia bantu itu semacam mengingatkan, dulu saya pernah bantu, sekarang pilih PSI,” ujar Kunto.
Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro. Ia menilai Jokowi memiliki beban moral untuk membantu PSI lolos ke parlemen setelah partai tersebut gagal menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2019 maupun 2024.
“Saya kira pekerjaan rumah inilah yang masih menjadi tanggung jawab moril secara politis bagi Jokowi,” kata Agung.
Berdasarkan sejumlah survei terbaru, dukungan terbuka Jokowi terhadap PSI memang belum berdampak signifikan terhadap elektabilitas partai tersebut.
Survei IndekStat Januari 2026 menunjukkan elektabilitas PSI hanya berada di kisaran 0,9 hingga 1 persen. Sementara survei Poltracking Indonesia Maret 2026 mencatat dukungan terhadap PSI sebesar 1,2 persen.
Meski demikian, Juru Bicara PSI, Faldo Maldini, menegaskan agenda safari Jokowi bukan sekadar pencitraan politik, melainkan pelaksanaan langsung dari komitmen Jokowi untuk membantu PSI membangun kekuatan hingga ke akar rumput.
“Pak Jokowi menepati janjinya untuk turun gelanggang bersama PSI,” ujar Faldo. (Ang)



