Keuangan Daerah Menurun, Alif Harap Pandemi Segera Berakhir

Wakil Ketua I DPRD Kukar, Alif Turiadi (kanan) saat hadiri Musrenbang Kecamatan Muara Jawa. (Humas DPRD Kukar)

KUTAI KARTANEGARA – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Muara Jawa tahun 2021 berlangsung 19 Februari 2021 lalu. Kegiatan itu juga dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022.

Musrenbang turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Alif Turiadi, Sekretaris Bappeda Sarifah Vanesa Vilna SIS, Sekretaris DPRD Kukar H.M. Ridha Darmawan, Camat Muara Jawa Safruddin, Kapolsek, Danramil, Jajaran OPD, Lurah, Ketua RT, LPM, Perwakilan Perusahaan, dan Tokoh-tokoh Masyarakat.

Berlangsung di ruang terbuka tepatnya di Waterboom HRD 77 Kolam Renang, Kelurahan Muara Jawa Ilir, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Camat Muara Jawa Safruddin mengatakan pelaksanaan Musrenbang kali ini dilakukan dengan suasana berbeda karena covid-19. Selain itu

“Adapun usulan yang skala prioritas kelurahan yang sudah terintgrasi dengan perencanaan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang ada dikecamatan Muara Jawa, yang terangkum dibidang Ekonomi , Sosila Budaya, Sapras kurang lebih Rp. 670,431, 891,000.- kita juga membahas yang berkaitan usulan dinas teknis, dan pokir anggota DPRD yang di koordinasikan dinas Bappda Kabupaten Kukar,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kukar, Alif Turiadi mengatakan mengapresiasi dengan terselenggaranya Musrenbang tingkat Kecamatan.

“Dimana sumber usulan yang memang benar-benar dari masyarakat yang ada paling bawah, ini kita rembukan bersama Bappeda agar usulan yang ada bisa bersinkronisasi dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 dan kebijakan Bapak Bupati Kukar,” ungkapnya.

Dikarenakan pandemi Covid-19, kemampuan keuangan daerah turun dari tahun sebelumnya. Dana bagi hasil (DBH) jauh dari yang kita harapakan, karena Kukar selama ini tergantung dengan dana bagi hasil Migas.

“Harapan kita moga saja pandemi covid 19 ini cepat berlalu, harga migas stabil dan perekonomian kita makin meningkat, kalau tidak di tahun 2022 kita bertahan saja sudah bersyukur kalau tidak, bayar gaji ASN, ADD desa bisa bisa tidak bisa terbayar,” ungkap Alif. (ftt)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *