
Samarinda – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-7 memang sudab cukup lama selesai bergulir pada Oktober 2022 lalu. Hanya saja kini menjadi sorotan kembali, lantaran adanya beberapa media yang membuat berita soal adanya dugaan korupsi pada ajang multi event akbar tersebut.
Seperti berita yang beredar bahwa pihak Polres Berau telah mengundang Ketua KONI Berau, atas nama Al Hamid untuk dimintai keterangan.
Hamid pun mengatakan jika mengenai pemberitaan tersebut, bukan lah ranah KONI, melainkan Panitia Besar (PB) Porprov karena melihat dari Surat Keterangan (SK).
“Kalau ada pemberitaan saya masalah panggilan polisi, itu mungkin bukan Kami (KONI Berau). Berdasarkan SK PB Porprov dari KONI Kaltim, Ketuanya PB itu Bupati, Ketua Harian Wabup, Sekretarisnya Sekda, dan Bendahara,” ujar Al Hamid kepada awak media saat ditemui di KONI Kaltim.
Ia menjelaskan, dalam SK PB Porprov ada beberapa pejabat KONI yang masuk dalam pengurus dan memang sebagai bentuk kerja sama dalam suksesi penyelenggaraan. Sehingga menurut Hamid, memanggil KONI Berau tidak tepat mengenai masalah tersebut.
“Memang beberapa pengurus KONI, Wakil Ketua, Ketua Bidang, ya gak mungkin dong PB jalan sendiri dan tidak melibatkan KONI. Nah posisi kami disitu tidak masuk di pengurus inti. Kami sebagai pendampingan saja. Ini kok tiba-tiba ada berita seperti ini, kelihatannya mungkin kurang tepat kalau manggil kami. Karena kami tidak ikut di ranah PB Porprov,” jelasnya.
Al Hamid pun mengaku jika dirinya menerima surat pemanggilan tersebut saat sedang berada di Jakarta. Dirinya pun juga mengatakan sudah berkomunikasi kepada pihak kepolisian untuk memenuhi panggilan tersebut setelah dari Jakarta.
Hanya saja kini Hamid dibingungkan dengan adanya pemberitaan yang membuat dirinya seperti yang diberitakan. Apalagi wartawan yang membuat berita tersebut tanpa ada konfirmasi dan menghubunginya.
“Nah kok tiba-tiba wartawan itu memberitakan tanpa konfirmasi dengan kami, bahwa seolah-olah kami mangkir. Ini kan harusnya ada penyeimbang dong. Bener gak di panggil ini gak datang apa alasannya, harusnya gitu. Gak boleh dong tiba-tiba wartawan ini tidak ada menanyai kami apa masalahnya. Berita ini kan sepihak bagi kami,” terangnya Hamid.
Ia menyebutkan jika pemanggilan ini tentang PB Porprov bukan KONI Berau. Karena tugasnya hanya mengurusi kontingen saja.
“Konteks PB Porprov, sedangkan kami kan bukan PB Porprov. Keterangan masalah PB Porprov. Kami nggak masuk di SK PB gitu loh. Kami ini cuma mengurusi atlet dan kontingen saja kemarin itu,” pungkasnya. (Dy)





