
BALIKPAPAN — Dialog antara warga dan wakil rakyat kembali mengemuka saat Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 di Aula Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Senin malam (20/10/2025).
Pertemuan yang dihadiri oleh perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan perwakilan sejumlah dinas teknis tersebut berlangsung interaktif. Warga antusias menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari — mulai dari banjir musiman, drainase yang tersumbat, hingga harapan agar wilayah Graha Indah bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Balikpapan Utara.
Dalam kesempatan itu, Oddang menilai bahwa Graha Indah memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi kawasan wisata berbasis lingkungan, namun pembangunan harus dilakukan dengan pendekatan tata ruang yang berkelanjutan.
“Kita tidak bisa membangun hanya potongan-potongan. Harus ada satu rencana besar yang menghubungkan pariwisata, infrastruktur, dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, terutama antara Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Penataan Ruang, dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), agar pembangunan tidak tumpang tindih. Menurutnya, perencanaan yang matang akan menjamin pembangunan kawasan tetap ramah lingkungan dan menguntungkan warga sekitar.
Salah satu isu yang paling banyak dikeluhkan warga adalah banjir yang sering melanda kawasan padat penduduk tersebut. Oddang menyebut bahwa persoalan itu tidak lepas dari pembukaan lahan tanpa memperhatikan batas sempadan sungai.
“Dari total sekitar 28 hektare, sebagian besar sudah dibuka tanpa kendali. Akibatnya, air kehilangan jalur alirannya dan meluap ke permukiman,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal itu, ia mendorong pemerintah kota melakukan penertiban tata ruang sekaligus penegasan status lahan yang masih tumpang tindih. Ia menilai, penataan yang jelas akan menjadi dasar kuat bagi program pengendalian banjir yang berkelanjutan.
Oddang juga mengusulkan pembangunan parit pengendali di perbatasan antara kawasan PT 52 Prosperindo dan wilayah Graha Indah, disertai penanaman mangrove di sepanjang tepi parit sebagai pelindung alami dari abrasi.
“Kalau semua pihak berperan — pemerintah, perusahaan, dan warga — maka banjir bisa dikendalikan dan kawasan ini bisa berkembang menjadi ikon wisata baru Balikpapan Utara,” tegasnya.
Menutup kegiatan, Oddang berharap agar aspirasi warga Graha Indah tidak berhenti di forum ini saja, melainkan menjadi bahan kebijakan konkret dalam pembangunan kota.
“Reses ini bukan hanya seremonial, tapi wadah bagi kita membangun Balikpapan dari bawah, dimulai dari lingkungan yang tertata dan masyarakat yang berdaya,” pungkasnya. (Adv)



