Resmikan KCP DI Panjaitan Samarinda, BSI Punya Terget Besar Masuk Top 10 Global Perbankan Syariah

Foto bersama peresmian KCP BSI Samarinda di DI Panjaita. (dy)

SAMARINDA – Grand Opening Relokasi Kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Samarinda yang berada di Jalan DI. Panjaitan, telah resmi dibuka pada Jumat (26/11/2021) pagi.

Pelaksanaan grand opening ini turut dihadiri oleh Kepala Bank Indonesia (Kaltim) Tutuk SH Cahyono, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Made Yoga Sudharma, perwakilan dari Wali Kota Samarinda Julian Nur, dan Affan Mawardi RCEO Region X Banjarmasin beserta para nasabah BSI.

Usai peresmian KPC BSI Samarinda  RCEO Region X Banjarmasin, Affan Mawardi mengakui setelah melakukan merjer bersama BNI Syariah, BRI Syariah dan bank Syariah Mandiri ada beberapa cabang yang berdekatan dab bahkan bersebalahan. Untuk itu sebagai bagian dari relokasi penataan jaringan, dirinya berharap ada dampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, ini adalah bagian dari penataan jaringan. Jadi kami memilih lokasi disini dan berharap relokasi ini bisa memberikan dampak terhadap memberikan layanan terbaik untuk masyarakat Samarinda khususnya,” ucap Affan saat ditemui Kaltimedia.com.

Dari yang terlihat pada struktur bangunan dan interior serta pelayanan BSI di DI Panjaitan ini terbilang cukup bagus dan modern. Affan menerangkan bahwa cabang yang baru diresmikan ini merupakan model yang terbaik dari cabang lain yang ada si Samarinda.

“Cabang di DI Panjaitan ini salah satu contoh cabang terbaik atau model cabang BSI seperti apa. Kalau sebelumnya kan kita punya standar masing-masing, itu sedang dalam proses standarisasi. Tapi kalau pure BSI nya ya di sini,” terangnya.

BSI sendiri memiliki sebanyak 1.600 cabang se-Indonesia. Untuk di Samarinda, setelah merjer total ada 9 cabang BSI.

Lebih lanjut, Affan juga menjelaskan bahwa sebelumnya 3 minggu yang lalu Menteri BUMN, Eric Thohir secara langsung menghadiri peresmian pembukaan cabang BSI di Dubai. Sehingga dibukanya kantor perwakilannya di wilayah tersebut, sekaligus akan menjadi rekam jejak pertama BSI di pasar global sekaligus menjadi bank dari Indonesia pertama yang memiliki kantor perwakilan di kawasan Timur Tengah.

Dengan ekspansi ini, BSI diharapkan dapat mewujudkan misinya sebagai Top 10 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025.

Kehadiran BSI di Dubai diharapkan tidak hanya dapat berkontribusi pada pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia. Tetapi juga dapat mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara Timur Tengah khususnya Uni Emirat Arab (UEA), mengingat UEA adalah salah satu pusat investasi global dan Dubai adalah pusat keuangan syariah global, termasuk sukuk.

“Jadi itu mimpi kami. Jadi tidak hanya melayani di level nasional saja, kami juga ingin melayani tingkat internasional. Dan sekaligus sebenarnya representasi. Kalau di level global tentang perbankan syariah, maka ketika hadirnya kami di level global, mereka akan melihat bahwa ada representasi BSI,” jelas Affan.

“Dengan inisiatif merjer kali ini BSI, jadi 7 besar di perbankan. Kami ingin jadi pemain global di perbankan syariah global. Memang itu visi yang jangka panjang, tapi paling nggak nanti 5 tahun kedepan bisa masuk top 10 pemain global yang signifikan. Kenapa begitu. Karena kami punya market place yang luar biasa. Jadi perbankan syariah itu muslim kami kan 80 persen,” pungkasnya. (dy)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *