Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Siapkan 11 Posko Siaga 24 Jam Selama Ramadan

Gambar saat ini: Foto: Tim Pemadam Kebakaran Samarinda sedang melakukan pemadaman api. Sumber: Istimewa.
Foto: Tim Pemadam Kebakaran Samarinda sedang melakukan pemadaman api. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda (Disdamkarmat) memperkuat langkah antisipasi menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan dengan mengoperasikan 11 posko kebakaran yang bersiaga penuh 24 jam setiap hari.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran yang umumnya meningkat akibat tingginya aktivitas memasak dan penggunaan peralatan listrik di rumah tangga.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Samarinda, Akhmad Suprianto, menjelaskan bahwa seluruh posko tersebut tersebar di titik-titik strategis di Kota Samarinda guna mempercepat waktu respons saat terjadi keadaan darurat.

Setiap pos dijaga petugas dengan sistem tiga regu secara bergiliran.

“Seluruh posko beroperasi tanpa henti untuk mengantisipasi potensi kebakaran, terutama yang dipicu meningkatnya aktivitas memasak,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Kasus Menurun, Kewaspadaan Tetap Tinggi

Berdasarkan data Disdamkarmat, terjadi penurunan jumlah kasus kebakaran saat Ramadan. Pada 2024 tercatat 23 peristiwa kebakaran, sementara Ramadan 2025 turun menjadi 18 kejadian.

Meski demikian, potensi kebakaran dinilai masih cukup tinggi. Karena itu, pengawasan dan kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas untuk menjaga keselamatan warga serta meminimalkan kerugian material.

Suprianto mengungkapkan, sebagian besar kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik dan kelalaian penggunaan kompor gas. Warga diingatkan agar tidak menggunakan stopkontak secara bertumpuk karena dapat menimbulkan panas berlebih pada instalasi listrik.

Selain itu, masyarakat juga diimbau rutin memeriksa regulator dan selang tabung elpiji guna mencegah kebocoran gas yang berpotensi memicu ledakan atau kebakaran.

Dorong Kepemilikan APAR

Sebagai langkah mitigasi awal, Disdamkarmat mendorong setiap rumah tangga memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Perangkat tersebut dinilai efektif mengendalikan api skala kecil sebelum membesar.

Jika belum memiliki APAR, warga disarankan menyiapkan alternatif sederhana seperti karung basah atau kain tebal yang dibasahi air untuk penanganan awal, khususnya kebakaran ringan di dapur.

Sementara itu, Senior Sukarelawan Kebakaran Samarinda, Teguh Setia Wardana, menilai faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab dominan kebakaran selama Ramadan.

Ia menyoroti kebiasaan meninggalkan kompor menyala akibat kelelahan setelah sahur atau saat menyiapkan hidangan berbuka.

Menurutnya, relawan kebakaran hingga tingkat rukun tetangga (RT) memiliki peran strategis sebagai pemantau lingkungan sekaligus penghubung cepat dengan petugas pemadam jika terjadi insiden.

Teguh juga mengingatkan agar warga memperhatikan kondisi instalasi listrik yang telah berusia lebih dari 15 tahun karena kabel tua rentan mengalami kerusakan dan memicu korsleting.

“Lebih baik berinvestasi pada alat pemadam portabel daripada harus menanggung kerugian besar akibat kebakaran,” tegasnya.

Menjelang pelaksanaan salat Tarawih maupun waktu istirahat malam, Disdamkarmat mengimbau masyarakat memastikan kompor telah dimatikan dan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Kewaspadaan bersama dan kedisiplinan dalam penggunaan peralatan rumah tangga menjadi kunci utama untuk menekan risiko kebakaran selama Ramadan di Samarinda. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *