
Paser, Kaltimedia.com — Kabar menggembirakan datang dari dunia Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Paser. Salah satu produk kebanggaan lokal, Bakpia 99, kini resmi masuk dalam jaringan minimarket terbesar di Indonesia, Indomaret. Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku UMKM daerah yang terus berupaya menembus pasar modern.
Bakpia 99 merupakan produk olahan khas Paser yang dikembangkan oleh Isyanto, pelaku UMKM lokal yang juga merupakan binaan dari PT Kideco Jaya Agung. Produk ini pertama kali tampil di rak Indomaret Fresh, Jalan RM. Noto Sunardi, Grogot, pada Selasa (30/7/2025).
“Alhamdulillah, kami bersyukur produk bakpia kami sudah bisa masuk Indomaret. Ini jadi langkah awal yang penting,” ujar Isyanto, Kamis (31/7).
Menembus pasar minimarket nasional bukan hal mudah. Isyanto menyebut sejumlah syarat ketat harus dipenuhi terlebih dahulu, mulai dari kelengkapan izin usaha, legalitas produk, hingga sertifikasi halal. Semua itu dijalaninya dengan tekun demi satu tujuan: menjadikan Bakpia 99 sebagai ikon kuliner Paser yang dikenal luas.
“Persiapan paling penting adalah legalitas dan sertifikasi. Karena kalau tidak lengkap, mustahil bisa masuk gerai sebesar Indomaret,” jelasnya.
Bakpia 99 hadir dengan lima varian rasa favorit masyarakat: kacang hijau, cokelat, ubi ungu, keju, dan singkong. Semua isian dibuat dari hasil panen petani lokal yang diberdayakan secara langsung. Tak tanggung-tanggung, harga beli bahan baku pun ditetapkan di atas harga pasar sebagai bentuk dukungan terhadap pertanian lokal.
“Kalau harga pasaran ubi ungu Rp8.000–Rp10.000, kami beli sampai Rp15.000. Tentu dengan kualitas yang sudah disortir. Kami ingin petani juga merasakan dampak ekonomi dari berkembangnya UMKM,” tegasnya.
Dengan bantuan 8 karyawan dan mesin semi-otomatis, kapasitas produksi Bakpia 99 kini mencapai 500 buah per hari. Dalam sepekan terakhir, penjualannya mencapai rata-rata 200 kotak per hari, atau sekitar 5.000 box per bulan.
Harga jual di Indomaret ditetapkan pada Rp41.700 per box sebagai Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara di pasaran lokal berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000.
Selama minggu perdana, Bakpia 99 bahkan memberikan diskon 30 persen dan menyediakan sampel gratis bagi konsumen di 22 gerai Indomaret wilayah Paser.
“Selama 7 hari, konsumen bisa coba gratis dulu untuk memilih rasa yang disukai. Ini cara kami mengenalkan bakpia khas Paser ke publik,” ujar Isyanto.
Ke depan, Isyanto berencana memperluas distribusi produknya. Mulai Agustus 2025, Bakpia 99 akan menyapa konsumen di Penajam Paser Utara (PPU), disusul Balikpapan pada September, dan target besar di Oktober: Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tak hanya itu, Bakpia 99 kini juga membuka peluang bagi reseller dari luar daerah, dengan sistem target penjualan minimal 200 box per bulan dan insentif bagi yang melampauinya.
Dengan semangat kolaborasi, rasa khas daerah, dan komitmen pada kualitas, Isyanto membuktikan bahwa produk lokal Paser bisa bersaing di pasar nasional. Satu langkah kecil bagi UMKM, satu lompatan besar bagi ekonomi daerah. (Dy)
Editor: Ang



