Taekwondo Sukses Digelar di KONI-Bayan Championship 2025, 1.200 Atlet Ramaikan Ajang di Samarinda

Foto: Koni Bayan Champions 2025 berlangsung di GOR Segiri Samarinda. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com — Kejuaraan Taekwondo dalam rangka KONI-Bayan Championship 2025 resmi berlangsung sukses tanpa kendala, menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) pembuka dalam event multikejuaraan ini. Turnamen berlangsung dari 5 hingga 7 Juli 2025 di GOR Segiri Samarinda, dan berhasil menarik minat sebanyak 1.200 atlet dari berbagai daerah.

Selain taekwondo, cabor karate yang juga telah rampung lebih dulu turut memeriahkan perhelatan. Sementara dua cabor lainnya, yakni pencak silat dan sepak bola, akan berlangsung hingga 12 Juli mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana, Alfons Tekwan Lung, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran pelaksanaan kompetisi, meskipun jumlah peserta cukup besar.

“Dari hari pertama sampai terakhir, pelaksanaan berjalan lancar sesuai dengan perencanaan. Dari 1.200 atlet yang bertanding dalam 84 nomor, semua berlangsung tepat waktu dan tertib,” ungkap Alfons, Senin (7/7/2025).

Turnamen taekwondo ini mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari pra kadet, kadet, junior hingga senior, baik di kelas prestasi maupun festival. Dari jumlah peserta yang ada, lebih dari 640 atlet berpartisipasi di kategori pra kadet, menandakan antusiasme tinggi dari kalangan usia dini.

Kejuaraan ini juga tidak hanya diikuti klub-klub taekwondo dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur, tetapi juga menarik partisipasi dari luar provinsi seperti Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Utara (Kaltara), dengan total kehadiran 15 klub tamu.

“Antusiasme sangat tinggi. Klub-klub dari luar Kaltim seperti Kalsel dan Kaltara juga hadir membawa nama daerah masing-masing,” ujar Alfons.

Tak sekadar menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi momentum bagi Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim untuk menjaring bibit atlet berprestasi. Sejumlah nama telah masuk catatan pelatih untuk mendapatkan pembinaan lanjutan.

“Ada sekitar 7 atlet junior dan senior dari Kaltim yang dinilai potensial dan telah masuk radar pembinaan Pengprov. Tim pelatih memang belum di-SK-kan, tapi mereka aktif mencatat perkembangan atlet,” terang Alfons.

Melihat kesuksesan penyelenggaraan dua cabor awal, Alfons berharap KONI-Bayan Championship bisa menjadi agenda tahunan, sebagai sarana pembinaan jangka panjang dan regenerasi atlet lokal.

“Harapan kami turnamen seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun, karena ini jadi muara pembinaan atlet di daerah. Anak-anak jadi punya tujuan dan semangat untuk terus berlatih,” pungkasnya. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *