Pariwisata Kaltim Tertekan, Inovasi Jadi Jalan Keluar

Foto: Pulau Maratua, Kabupaten Berau. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com — Industri pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) sedang berada di bawah tekanan. Pengetatan anggaran pemerintah dan ketidakpastian ekonomi global menjadi kombinasi tantangan yang berdampak langsung pada sektor ini, khususnya pada perhotelan.

Tingkat hunian hotel di sejumlah kota utama seperti Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa hotel bahkan harus memangkas jam kerja pegawai, sementara sebagian lainnya terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, tak menampik kondisi ini. Ia menyebut bahwa penurunan ini sebagian besar dipicu oleh berkurangnya perjalanan dinas dan dampak perlambatan ekonomi global.

“Situasinya memang tidak mudah. Tapi justru dalam masa-masa sulit seperti ini, kita ditantang untuk lebih adaptif dan kreatif,” katanya kepada awak media, Senin (7/7/2025).

Meski tekanan datang dari berbagai sisi, Ririn menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak boleh menyerah. Ia menyebut masa ini sebagai momen penting untuk melahirkan inovasi baru.

Menurutnya, berbagai potensi kegiatan non-pemerintahan tetap bisa dikembangkan, terutama di kota-kota yang menjadi pusat aktivitas, seperti Balikpapan dan Kukar. Ia mengutip arahan Gubernur Kaltim yang tetap mendorong kegiatan produktif selama dikelola dengan efektif.

“Inovasi adalah kunci. Kita tidak bisa lagi bergantung pada pola lama. Harus ada cara-cara baru yang bisa menggugah minat masyarakat dan wisatawan,” tambah Ririn.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga komunitas lokal untuk bersinergi dalam menggerakkan sektor pariwisata. Ia menyebut penyelenggaraan kegiatan seperti festival budaya, pameran UMKM, olahraga wisata, hingga hiburan rakyat dapat menjadi alternatif pemulihan.

Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, Ririn optimistis Kaltim bisa kembali menghidupkan sektor pariwisata, bahkan menjadikannya sebagai motor pemulihan ekonomi daerah.

“Kalau kita bergerak bersama, saya yakin pariwisata Kaltim bisa bangkit lebih kuat,” pungkasnya. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *