Viral Dikaitkan Proyek Rp27 Miliar, Owner Stradenine Buka Suara: “Kami Tidak Terlibat”

Gambar saat ini: Foto: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul . Sumber: Istimewa.
Foto: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul . Sumber: Istimewa.

Surabaya, Kaltimedia.com — Brand sepatu lokal Stradenine mendadak menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial dan dikaitkan dengan program pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat.

Pemilik Stradenine, Reynaldi Kurniawan Daud, menegaskan bahwa perusahaannya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan program tersebut.

“Tiba-tiba kok viral ini brand saya. Jadi ceritanya ada ramai di media sosial, di Threads itu pertama, saya tahunya dari Threads,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Isu ini mencuat setelah beredar foto yang menampilkan Khofifah Indar Parawansa bersama Saifullah Yusuf tengah memasangkan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat. Sepatu yang digunakan dalam momen tersebut disebut sebagai produk Stradenine.

Dari situ, muncul spekulasi publik yang mengaitkan brand tersebut dengan rencana anggaran pengadaan sepatu siswa tahun 2026 yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah.

“Mungkin itu dikaitkan sama netizen, karena Pak Menteri Sosial ada keluar anggaran tahun 2026 untuk program Sekolah Rakyat totalnya yang Rp 27 miliar sekian ya,” kata Reynaldi.

Menanggapi hal itu, pihak Stradenine langsung melakukan klarifikasi melalui media sosial resmi maupun akun pribadi. Reynaldi juga meluruskan informasi terkait harga produknya yang sempat disalahpahami.

“Kalau harga Stradenine sendiri, kita untuk sepatu sekolah itu di Rp 179.000 sampai ke Rp 300.000. Tapi yang Rp 300.000 itu ke lifestyle dan running,” jelasnya.

Ia menambahkan, tidak ada produk sepatu sekolah Stradenine yang dijual dengan harga di luar kisaran tersebut.

Lebih jauh, Reynaldi memastikan bahwa sistem distribusi Stradenine selama ini hanya melalui jalur komersial umum, bukan pengadaan pemerintah.

“Kita sebagai brand ini hanya jualan ke distributor, ke toko online. Kita enggak ada pernah menerima pesanan secara langsung tentang pengadaan sepatu Sekolah Rakyat. Seperti itu,” tegasnya.

Klarifikasi ini sekaligus meredam spekulasi publik yang sempat berkembang luas, sekaligus menegaskan bahwa viralitas di media sosial tidak selalu mencerminkan fakta di lapangan. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *