
SAMARINDA – Pada bulan Mei lalu Wali Kota Samarinda Andi Harun melakukan Kick Off Implementasi Sistem Parkir Elektronik (E-Parking), sebagai salah satu cara mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda dari sisi retribusi parkir. Akan tetapi hal ini masih banyak menimbulkan kebingungan bagi masyarakat umum terkait penggunaan E-parking tersebut.
Hal itu dikarenakan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Terkait hal itu Wakil ketua DPRD Samarinda Subandi mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi terkait langkah Pemkot sebagai bentuk kepeduliannya untuk meningkatkan PAD dari sisi parkir.
Kendati demikian, dirinya menganggap E-parking tersebut belum maksimal dikarenakan kurangnya edukasi serta sosialisasi ke masyarakat sehingga menimbulkan kebingungan serta ketidaktahuan bagi masyarakat.
“Adapun tanggapan masyarakat terkait E-Parking, yang menurut mereka bingung dengan pengoperasiannya. Saya anggap ini belum maksimal dan Pemkot Samarinda harus lebih intens untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya, Kamis (25/11/2021).
Lanjutnya, sosialisasi ini merupakan tugas Pemkot Samarinda, agar masyarakat tidak bingung dan memahami penerapan E-parking menjadi bagian upaya peningkatan PAD.
“Terkait E-Parking ini dapat merubah paradigma masyarakat yang cenderung pragmatis,” serunya.
Politikus partai PKS menambahkan, bahwa dengan adanya E-Parking ini nanti masyarakat dapat membayar menggunakan aplikasi dan hanya satu kali dalam pembayaran. Dirinya menganggap bahwa banyak terjadi kebocoran dari sisi sektor parkir dikarenakan cenderung pragmatis.
“Kita berharap dengan adanya E-Parking tersebut dapat mendongkrak PAd dari sisi sektor parkir,” tutupnya. (im)
Editor: (dy)



