
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memberikan perhatian serius terhadap gangguan layanan air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Terganggunya distribusi air kepada pelanggan sebagian besar disebabkan oleh kebocoran pipa pada sejumlah titik jaringan distribusi yang telah berusia puluhan tahun.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Balikpapan bersama Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (Perumda PTMB) menyiapkan berbagai strategi jangka pendek maupun jangka panjang, mulai dari percepatan perbaikan jaringan perpipaan, peningkatan kapasitas sumber air baku, hingga perluasan layanan melalui pembangunan sambungan rumah baru bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan persoalan pelayanan air bersih menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam pembahasan pemerintah daerah bersama Perumda PTMB.
“Pelayanan air bersih menjadi salah satu isu yang banyak disampaikan masyarakat dan menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan PTMB. Karena itu, berbagai langkah perbaikan terus kami dorong agar pelayanan kepada pelanggan dapat kembali optimal,” ujar Bagus usai rapat paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, gangguan distribusi yang terjadi belakangan ini dipicu oleh sejumlah kebocoran pipa di beberapa wilayah yang berdampak langsung terhadap pasokan air ke pelanggan.
“Dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi beberapa insiden kebocoran pipa di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut sempat memengaruhi distribusi air dan menimbulkan keluhan dari masyarakat yang terdampak,” katanya.
Bagus menjelaskan, tantangan terbesar dalam pelayanan air bersih saat ini adalah usia jaringan perpipaan yang sebagian besar telah beroperasi sejak dekade 1980-an. Dengan usia mendekati 40 tahun, potensi kerusakan maupun kebocoran menjadi semakin tinggi sehingga membutuhkan penanganan dan peremajaan secara bertahap.
“Sebagian besar jaringan perpipaan yang kita gunakan saat ini dibangun sejak tahun 1980-an. Artinya, usia infrastruktur tersebut sudah mendekati empat dekade sehingga program peremajaan dan perbaikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Selain fokus pada pembenahan jaringan distribusi, Pemerintah Kota Balikpapan juga berupaya memperkuat ketersediaan air baku guna menjaga stabilitas pasokan air bersih bagi masyarakat.
Sejumlah langkah tengah disiapkan, di antaranya optimalisasi kapasitas Waduk Manggar melalui kegiatan pengerukan sedimentasi serta pemanfaatan kolam retensi yang berada di beberapa kawasan permukiman dan perumahan.
“Upaya peningkatan sumber air baku terus kami kaji dan kembangkan. Salah satu potensi tambahan yang sedang disiapkan diperkirakan mampu memberikan pasokan sekitar 50 liter per detik untuk mendukung kebutuhan wilayah Balikpapan Barat,” ujar Bagus.
Tambahan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem distribusi sekaligus meningkatkan keandalan layanan di wilayah yang selama ini masih kerap mengalami gangguan pasokan air bersih.
Di tengah proses pembenahan infrastruktur lama, Pemerintah Kota Balikpapan juga tetap melanjutkan program perluasan layanan air bersih kepada masyarakat. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 12 ribu sambungan rumah baru yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Menurut Bagus, pelaksanaan pembangunan sambungan baru dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan distribusi dan keberadaan pipa induk di masing-masing kawasan.
“Pengembangan layanan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi jaringan yang telah tersedia di lapangan. Sementara untuk investasi infrastruktur berskala besar, saat ini masih dalam tahap kajian dan perencanaan lebih lanjut,” tuturnya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap berbagai langkah pembenahan yang tengah dilakukan dapat meningkatkan kualitas pelayanan air bersih sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses air yang aman, berkelanjutan, dan merata di seluruh wilayah kota. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)



