
BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi membenarkan perihal masuknya jenis baru virus Corona B117 di Kota Minyak.
Hal tersebut berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI yang merilis penemuan varian virus baru tersebut di empat daerah, dan salah satunya di Kota Balikpapan.
Diketahui salah satu warga Balikpapan terdeteksi varian baru virus Corona B117 ini.
“Memang benar, terdeteksi satu kasus di Balikpapan,” ungkap Rizal, Selasa (9/3/2021).
Saat ini, diketahui tim dari Kemenkes RI sudah berada di Balikpapan sejak dua hari lalu untuk melakukan tracking kontak erat.
“Ada lima atau enam orang yang ditracking oleh Kemenkes. Yakni keluarga sama rekannya. Tapi saya belum mendapat laporan hasilnya,” katanya.
Warga Balikpapan yang terpapar tersebut merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi yang kembali ke tanah air, pada 5 Februari 2020 lalu. Bahkan sesuai prosedur, terlebih dahulu ia menjalani karantina di Wisma Atlet, Jakarta.
Hasil swab yang bersangkutan pada 20 Februari 2020 itu negatif Covid-19. Kemudian diperkenankan pulang ke Balikpapan pada 21 Februari lalu.
“Mereka ini rombongan, sama-sama dengan yang di Karawang. Pulang sama-sama, dia ini TKI dari Arab Saudi pakai pesawat Qatar. Kemudian sudah dikarantina dan di swab di Wisma Atlet, hasilnya negatif sehingga dipulangkan,” jelasnya.
Namun kemudian yang bersangkutan masih harus dilakukan tes lain terhadap varian baru virus Corona yang hasilnya ditemukan B117. Dari hasil dia terpapar B117, karena sudah pulang Balikpapan, sehingga Tim Kemenkes yang bergerak ke Balikpapan untuk tracking.
Rizal pun saat ini mengaku jika pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kemenkes.
“Kita kan belum mendapat petunjuk, sama dengan Gubernur Jawa Barat yang meminta petunjuk. Kita belum mengerti apakah penanganannya sama atau beda. Kita tunggu dulu hasil tracking ini. Kalau ada yang dinyatakan positif mungkin baru kita dapat petunjuk penangannya,” seru Rizal.
Varian baru virus Corona B117 ini pertama kali terdeteksi di Inggris pada November 2020 lalu. Kemudan menyebar ke berbagai negara dan belakangan juga telah dikonfirmasi terdeteksi di Indonesia. (pcm)





