
BALIKPAPAN – Kota Balikpapan menjadi pilot project penerapan zona zero tolerance atau tidak ada toleransi terhadap pelanggaran lalu lintas di Wilayah Kalimantan (Kaltim). Lokasi penerapannya disepanjang Jalan Jendral Sudirman Balikpapan Kota (Balkot), mulai dari Traffic Light Balikpapan Permai (TL Beruang Madu) hingga kawasan Lapangan Merdeka.
Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Subari berharap penerapan zona zero tolerance dapat disosialisasikan dengan baik ke masyarakat.
“Pertama kita harus apresiasi terkait dengan inovasi yang dilakukan oleh Polresta Balikpapan. Cuman harus disosialisasi baik ke masyarakat terlebih dahulu,” ucapnya.
Menurutnya, penerapan zero tolerance memang tidak bisa dilakukan secara langsung atau spontan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman agar pada saat diterapkan tidak banyak keluhan.
“Kami dukung ide itu, tapi perlu duduk bersama bagaimana nanti menangani kalau ada hal-hal tertentu. Intinya silakan diberlakukan tapi perlu sosialisasi, infrastruktur dan hal-hal lain agar tidak terjadi pelanggaran,” ungkapnya.
Jika disosialisasi dengan baik, Politisi PKS Balikpapan itu mengatakan masyarakat akan mematuhinya karena demi kebaikan bersama.
“Setelah sosialisasi ya konsekuensinya pasti ditilang. Yang pasti nanti kita coba sounding dengan instansi terkait untuk mengetahui segala persiapan termasuk ketersediaan lahan-lahan parkir,” serunya. (pcm)





