Jelang Konferkab PWI Paser 2026, Wartawan Soroti Harapan Kepemimpinan Baru

Gambar saat ini: Foto: Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Paser, Tontong Bhakti Sihombing. Sumber: Istimewa.
Foto: Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Paser, Tontong Bhakti Sihombing. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Paser dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Juni 2026 di Kecamatan Tanah Grogot.

Agenda tiga tahunan organisasi wartawan tersebut menjadi ajang keenam untuk memilih ketua dan kepengurusan baru periode 2026-2029 sekaligus mengevaluasi program kerja organisasi.

Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Paser, Tontong Bhakti Sihombing, turut menyoroti pelaksanaan Konferkab tahun ini yang dinilai berbeda dibanding sebelumnya karena dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru sehari setelah konferensi digelar.

“Sebagai orang yang terlibat dan menjadi peserta Konferkab untuk kali ketiga pada pelaksanaan ini, saya justru punya harapan besar dan koreksi penuh pada calon pengurus mendatang dan kepemimpinan pengurus sekarang,” ujar Bhakti, Rabu (27/5/2026) kemarin.

Dalam Konferkab kali ini, dua nama disebut bakal bersaing memperebutkan kursi Ketua PWI Paser, yakni Muhammad Najib dan Tomi Wirahadi Wijaya.

Bhakti berharap pemimpin baru nantinya mampu menjaga keberlangsungan kehidupan pers di tengah perkembangan era digital dan derasnya arus media sosial.

“Saya punya harapan agar mampu menjadi pemimpin para ‘kuli tinta’ yang terus berupaya menjaga keberlangsungan kehidupan pers. Sebagai yang katanya merupakan pilar demokrasi. Mereka tentu lebih punya tanggungjawab besar dalam menjaga keberadaan pers sebagai fourth estate, kekuatan keempat, pada era demokrasi dan perkembangan digital,” katanya.

Menurutnya, peran pers sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus pengawas jalannya demokrasi agar tetap akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ia juga menilai tantangan pers saat ini semakin berat akibat gempuran media sosial yang membuat kepercayaan publik terhadap media ikut terpengaruh.

“Ditengah gempuran media sosial saat ini, pers terlihat kehilangan kemampuan untuk mengontrol kuasa dan menginformasikan hal benar kepada publik. Itu juga berkaitan dengan kepercayaan publik terhadap informasi yang disuguhkan,” ujarnya.

Bhakti turut menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan organisasi saat ini yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

“Bagi saya, ketidakmampuan memimpin organisasi sama dengan ketidakmampuan mengolah buah pemikiran. Dan itu, terjadi pada kondisi PWI Paser saat ini,” tegasnya.

Meski baru sekitar delapan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, Bhakti mengaku cukup memahami dinamika kerja pers di Kabupaten Paser setelah hampir tujuh tahun bertugas di daerah tersebut.

Ia pun mengingatkan para wartawan, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan wawasan dan kemampuan agar tidak hanya menjadi penyampai informasi semata.

“Jauh di lubuk hati, saya hanya ingin mengingatkan teman-teman, khususnya yang baru kenal profesi ‘ratu dunia’ ini, agar jangan berhenti menambah wawasan dan rasa ingin tahu. Selain itu, jangan kalah wawasan. Agar kita tidak di cap sebagai corong informasi,” katanya.

Bhakti berharap ketua terpilih nantinya mampu merangkul seluruh wartawan di Paser dan membangun visi bersama demi meningkatkan marwah profesi jurnalistik.

“Saya menginginkan bahwa yang terpilih bukan karena ambisi melainkan demi pelayanan membawa profesi ini lebih dipandang dan punya kedudukan yang setara antar kalangan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar organisasi PWI tidak dijadikan sarana memperkaya diri, melainkan benar-benar menjadi wadah perjuangan bersama insan pers di daerah. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *