Rupiah Tembus Rp17.859 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Baru

Gambar saat ini: Foto: Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar. Sumber: Istimewa.
Foto: Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.21 WIB, rupiah berada di level Rp17.859 per dolar AS atau melemah 58 poin setara 0,33 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Pelemahan tersebut menjadi rekor terburuk baru sepanjang sejarah (all time low) bagi rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat konflik AS-Iran serta tekanan terhadap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah saat ini masih belum menjadi ancaman serius bagi APBN.

Menurut Purbaya, pemerintah sejak awal telah memperhitungkan kemungkinan depresiasi nilai tukar bersamaan dengan simulasi kenaikan harga minyak dunia.

“Kita udah hitung. Pada waktu simulasi USD 102 per barel itu asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan,” ujar Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Ia menegaskan pemerintah belum perlu melakukan perhitungan ulang terhadap APBN meskipun rupiah terus tertekan.

Purbaya juga menyebut kondisi pasar obligasi pemerintah masih relatif terkendali. Menurutnya, penurunan imbal hasil (yield) obligasi turut membantu menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan terhadap rupiah.

“Jadi enggak ada masalah. Saya enggak harus hitung ulang APBN-nya. Walaupun rupiah melemah, kan pertumbuhan yield bond-nya turun,” katanya.

Pemerintah, lanjut Purbaya, bersama berbagai pihak terus berupaya menjaga stabilitas pasar agar gejolak ekonomi tidak semakin dalam di tengah dinamika global yang masih berlangsung. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *