Air Bersih Mengalir ke Rumah Warga Muara Rapak, Jafar Sidik Dorong Solusi Permanen di Balikpapan Utara

Air Bersih Mengalir ke Rumah Warga Muara Rapak, Jafar Sidik Dorong Solusi Permanen di Balikpapan Utara

BALIKPAPAN — Setelah bertahun-tahun bergantung pada air hujan dan sumur yang tak selalu layak konsumsi, warga RT 87 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, akhirnya bisa merasakan air bersih mengalir di rumah mereka. Harapan itu datang lewat program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Jafar Sidik, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah nyata membantu warga yang selama ini belum tersentuh jaringan pipa air dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

“Sekitar 35 rumah sudah bisa menikmati air bersih berkat bantuan CSR berupa dua tandon berkapasitas 5.000 liter dan 30 drum plastik. Bagi warga, ini bukan sekadar bantuan, tapi penyelamat di tengah kesulitan pasokan air,” ujar Jafar usai meninjau lokasi, Rabu 22 Oktober 2025.

Sistem distribusi yang diterapkan cukup sederhana namun efektif: air dialirkan dari sumber utama menuju dua tandon besar, lalu disalurkan ke rumah-rumah warga secara bergantian. Meski masih bersifat sementara, pola ini dinilai berhasil mengurangi beban masyarakat yang sebelumnya harus membeli air dari tangki setiap minggu.

Menurut Jafar, persoalan air bersih di Balikpapan Utara masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Topografi wilayah yang berbukit membuat PTMB kesulitan memperluas jaringan pipa ke kawasan padat penduduk seperti Muara Rapak.

“Kita pahami kondisi teknisnya tidak mudah, tapi pemerintah dan DPRD harus memastikan semua warga mendapat hak yang sama atas akses air bersih. Jangan sampai kebutuhan dasar seperti ini bergantung terus pada bantuan CSR,” tegasnya.

Politikus yang dikenal aktif turun ke masyarakat itu menilai, program CSR seharusnya menjadi pemicu kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah, bukan solusi jangka panjang. Ia mendorong agar PTMB segera merancang peta perluasan jaringan dengan memprioritaskan wilayah yang belum terlayani.

“Bantuan CSR ini sangat membantu, tapi sifatnya sementara. Kita ingin nanti setiap rumah bisa menikmati air langsung dari pipa tanpa harus menunggu giliran dari tandon,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jafar mengingatkan agar setiap program sosial perusahaan diarahkan sesuai kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar formalitas.

“Program seperti ini menunjukkan kolaborasi yang baik. Ke depan, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan warga harus terus diperkuat agar kesejahteraan masyarakat benar-benar meningkat,” pungkasnya. (Adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *