
Ilustrasi seseorang alami serangan jantung. (Sumber foto: Freepik)
TENGGARONG – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Junaidi meninggal dunia usai bermain badminton, Senin (2/12/2024).
Direktur RSUD AM Parikesit, Martina Yulianti, mengungkapkan bahwa kematian Junaidi bisa saja dikaitkan dengan cardiac silent death atau sudden cardiac arrest. Kondisi di mana jantung seseorang berhenti berdetak dan tidak bekerja secara tiba-tiba.
Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi tersebut. Dilansir dari siloamhospitals.com, sudden cardiac arrest adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak serta tak berfungsi secara mendadak yang dapat mengakibatkan penderitanya hilang kesadaran.
Lantaran, henti jantung mendadak ini membuat organ vital tersebut tidak dapat memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh.
Sudden cardiac arrest adalah masalah kesehatan yang sering disamakan dengan serangan jantung.
Padahal, sudden cardiac arrest dan serangan jantung merupakan dua hal yang berbeda.
Ya, sudden cardiac arrest adalah kondisi saat jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba yang disebabkan oleh adanya gangguan listrik pada organ vital tersebut.
Maka dari itu, darah yang dibutuhkan oleh banyak organ tubuh jadi tidak terdistribusikan dengan baik. Hal ini cukup fatal dan dapat mengakibatkan seseorang berhenti bernapas.
Sedangkan serangan jantung adalah masalah kesehatan di mana jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Serangan jantung biasanya diakibatkan oleh adanya penyumbatan pada pembuluh darah jantung (arteri koroner).
Penyebab sudden cardiac arrest adalah adanya gangguan pada sistem kelistrikan jantung.
Ketika ventrikel atau bilik jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh tidak terkendali getarannya, ritme jantung jadi berubah drastis dan berdetak secara tidak wajar.
Ritme jantung yang tidak wajar tersebut dapat memicu terjadinya sudden cardiac attack.
Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya sudden cardiac arrest, yaitu
Memiliki riwayat masalah jantung, seperti penyakit kardiomiopati, jantung koroner, dan lain sebagainya. Obesitas. Sleep apnea. Tekanan darah tinggi (hipertensi). Gaya hidup tidak sehat, seperti memiliki kebiasaan merokok, kurang bergerak, mengonsumsi makanan tidak sehat, dan lain sebagainya. Kadar kalium dan magnesium dalam darah yang tidak seimbang.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Kutai Kartanegara dilaporkan meninggal dunia, Senin (2/12/2024) pukul 22.00 Wita. Kabar itu beredar di grup WhatsApp. Dari video yang beredar di WhatsApp, Junaidi dikabarkan meninggal usai bermain bulutangkis. “Innalilahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah, Ketua DPRD Kab Kutai Kartaneegara, Junaidi, S.Sos., M.Si, malam ini pukul 22.00 wita di rumah sakit AM Parikesit,” tulis kabar tersebut yang didapat media ini dari grup WhatsApp Senin pukul 22.58 Wita.
Kabar tersebut langsung dibenarkan anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Rahmat Darmawan. Saat ini jenazah Junaidi berada di RSUD AM Parikesit. “Iya benar, sekarang masih di rumah sakit,” ujarnya ketika dikonfirmasi para awak media.
Junaidi adalah politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kukar periode 2024-2029. Ia berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) I dan mewakili Fraksi PDI-P.
Junaidi lahir di Muara Siran pada 11 Januari 1983 dan menamatkan pendidikan terakhirnya di jenjang S-2. Ia merupakan tokoh muda berprestasi yang dikenal aktif dalam berbagai organisas seperti anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisipol Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kukar, Wakil Koordinator LSM BOM, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kukar dan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kukar.
Junaidi juga dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat, sering turun ke lapangan, dan aktif mendorong kebijakan pro-rakyat selama menjabat di DPRD.
Kepergian Junaidi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat Kukar. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk rekan-rekan di DPRD Kukar dan kalangan organisasi pemuda yang pernah ia pimpin. (pry)



