
Direktur RSUD AM Parikesit, Martina Yulianti. (Sumber foto: RRI)
TENGGARONG – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Junaidi meninggal dunia usai bermain badminton, Senin (2/12/2024).
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD AM Parikesit usai Junaidi tergeletak di lapangan bulutangkis.
Direktur RSUD AM Parikesit, Martina Yulianti, mengungkapkan bahwa Junaidi tiba di rumah sakit dalam kondisi Dead on Arrival (DOA). Di mana kondisi Junaidi telah meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis.
“Informasi awal yang kami terima, pasien terjatuh saat bermain badminton. Ia sempat terbaring sekitar 10 menit di lokasi sebelum akhirnya petugas datang memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil, dan pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi DOA,” jelas Martina Yulianti di hadapan media, Senin malam.
Saat ini, pihaknya belum mendapatkan kepastian apakah Junaidi mengidap jantung atau tidak. Menurutnya kondisi ini diduga terkait dengan cardiac silent death.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa kondisi seperti ini bisa terjadi akibat gangguan kesehatan yang tidak terdeteksi sebelumnya, khususnya terkait fungsi jantung.
“Kejadian seperti ini bisa terkait dengan kondisi jantung, salah satunya yang disebut cardiac silent death. Kondisi ini terjadi tanpa gejala yang jelas, tetapi pasien sebenarnya memiliki potensi risiko sebelumnya. Kekurangan oksigen saat melakukan aktivitas fisik berat juga bisa menjadi salah satu pemicu,” papar Martina.
Martina juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Terutama bagi individu yang aktif secara fisik. Ia menekankan bahwa deteksi dini terhadap potensi penyakit, khususnya penyakit jantung, dapat menjadi langkah pencegahan yang krusial.
Pihak rumah sakit menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami turut berduka cita atas kepergian Bapak Junaidi. Kami harap keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini,” tambah Martina.
Diberitakan sebelumnya, Kabar duka berada di lingkup DPRD Kutai Kartanegara. DPRD Kutai Kartanegara dilaporkan meninggal dunia, Senin (2/12/2024) pukul 22.00 Wita. Kabar itu beredar di grup WhatsApp. Dari video yang beredar di WhatsApp, Junaidi dikabarkan meninggal usai bermain bulutangkis. “Innalilahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah, Ketua DPRD Kab Kutai Kartaneegara, Junaidi, S.Sos., M.Si, malam ini pukul 22.00 wita di rumah sakit AM Parikesit,” tulis kabar tersebut yang didapat media ini dari grup WhatsApp Senin pukul 22.58 Wita.
Kabar tersebut langsung dibenarkan anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Rahmat Darmawan. Saat ini jenazah Junaidi berada di RSUD AM Parikesit. “Iya benar, sekarang masih di rumah sakit,” ujarnya ketika dikonfirmasi para awak media.
Junaidi adalah politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kukar periode 2024-2029. Ia berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) I dan mewakili Fraksi PDI-P.
Junaidi lahir di Muara Siran pada 11 Januari 1983 dan menamatkan pendidikan terakhirnya di jenjang S-2. Ia merupakan tokoh muda berprestasi yang dikenal aktif dalam berbagai organisas seperti anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisipol Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kukar, Wakil Koordinator LSM BOM, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kukar dan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kukar.
Junaidi juga dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat, sering turun ke lapangan, dan aktif mendorong kebijakan pro-rakyat selama menjabat di DPRD.
Kepergian Junaidi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat Kukar. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk rekan-rekan di DPRD Kukar dan kalangan organisasi pemuda yang pernah ia pimpin. (pry)



