UMKM Keluhkan Lambannya Pencairan Kredit Paser TUNTAS Bunga Nol Persen

Foto: Pedagang UMKM di Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.
Foto: Pedagang UMKM di Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com — Program Kredit Paser TUNTAS dengan bunga nol persen yang digagas Bupati Paser Fahmi Fadli sebagai bagian dari 11 program unggulan Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera) menuai keluhan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meski telah diluncurkan sejak 2025, hingga kini masih banyak pelaku UMKM yang mengaku belum merasakan manfaat program tersebut akibat lambannya proses pencairan pinjaman modal usaha.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Paser menjadi penghubung bagi pelaku UMKM dalam pengajuan Kredit Paser TUNTAS.

Salah satu pelaku UMKM di Kecamatan Tanah Grogot, Muliyati, mengungkapkan bahwa pinjaman yang ia ajukan sejak Oktober 2025 hingga kini belum juga menunjukkan kejelasan.

“Saya sudah mengajukan pinjaman dari bulan Oktober 2025. Tapi sampai sekarang belum ada survei, belum ada kabar. Kami selalu menunggu kepastiannya. Setiap bertanya ke teman-teman, jawabannya sama, belum cair dan belum disurvei,” ujar Muliyati saat ditemui awak media, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut juga dialami oleh banyak pelaku UMKM lainnya. Hingga kini, belum ada informasi pasti terkait tahapan pencairan pinjaman, meski program tersebut disebut akan direalisasikan secara bertahap.

Muliyati, yang dikenal dengan sebutan Acil Buras, mengajukan pinjaman sebesar Rp50 juta yang rencananya akan digunakan untuk mengembangkan usaha. Namun hingga saat ini, pinjaman tersebut belum juga dicairkan.

“Kami selalu menunggu dan bertanya. Ada yang bilang sudah ada yang cair, ada juga yang bilang bertahap. Tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan kejelasan,” katanya.

Ia mengaku keterlambatan pencairan tersebut cukup berdampak pada kelangsungan usahanya. Terlebih, dalam waktu dekat para pedagang akan menghadapi Bulan Suci Ramadhan, yang biasanya membutuhkan tambahan modal untuk penyediaan bahan dagangan.

“Agak mengganggu, karena kami berharap modal itu untuk mengembangkan usaha. Apalagi mau masuk puasa, kebutuhan modal makin besar. Tapi sampai sekarang tidak ada informasi apakah cair atau harus menunggu apa lagi,” ujarnya.

Mewakili pelaku UMKM di Kabupaten Paser, khususnya Kecamatan Tanah Grogot, Muliyati berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan dan mempercepat proses pencairan Kredit Paser TUNTAS.

Ia berharap program unggulan tersebut benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menghidupkan gairah usaha kecil di Bumi Daya Taka. (Dy)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *