Prabowo Targetkan Konversi Motor dan Mobil BBM ke Listrik, Ingin Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor BBM

Gambar saat ini: Foto: Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Sumber: Istimewa.
Foto: Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya mendorong transisi energi ramah lingkungan melalui program konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut Prabowo, program tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor BBM sekaligus memperkuat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

“Kita canangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya 100 GW dalam tiga tahun ini. Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM menjadi listrik. Kita akan hilangkan ketergantungan kepada impor BBM dan akan menghemat devisa,” kata Prabowo.

Selain fokus pada transisi energi, Prabowo juga menekankan pentingnya industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi berbagai kebutuhan teknologi secara mandiri.

Ia menyoroti pentingnya pengembangan industri manufaktur lokal, mulai dari kendaraan hingga perangkat elektronik.

“Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri, kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri,” ujarnya.

Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri. Karena itu, pemerintah mulai melibatkan para akademisi dan pakar nasional untuk mempercepat realisasi program tersebut.

“Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita, saya sudah kumpulkan pakar-pakar kita saya katakan ‘pengabdianmu untuk bangsa wujudkan hal ini’. Tidak boleh kita menyerah. Tidak boleh kita merasa rendah diri,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan program konversi motor BBM menjadi motor listrik tetap dilanjutkan pada tahun ini.

Pemerintah bahkan menyiapkan subsidi hingga Rp6 juta untuk setiap unit kendaraan yang dikonversi.

“Percepatan konversi kit dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin. Kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik,” kata Bahlil.

Ia juga menyebut Presiden Prabowo menginginkan implementasi program tersebut dapat berjalan cepat, maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan. (ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *