
Paser, Kaltimedia.com – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Paser siap mendukung penuh penyelenggaraan Paser International Table Tennis Championship (ITTC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20–26 Juli 2026 di Kecamatan Tanah Grogot.
Sebagai bentuk dukungan terhadap agenda internasional tersebut, Disporapar Paser mulai melakukan rehabilitasi dan pembenahan di GOR Sadurengas yang akan menjadi venue utama pertandingan.
Kabid Olahraga Disporapar Paser, Abdi Permana, mengatakan pembenahan dilakukan agar fasilitas pertandingan mampu memberikan kenyamanan bagi tamu dan atlet dari delapan negara yang akan hadir.
“Jadi memang item-item yang akan kita rehab selain memang tribunnya untuk khusus yang VIP, kemudian beberapa atap juga ada yang bocor termasuk di dalam sarana toilet. Yang kita upayakan lebih baik lagi untuk bisa menjamu tamu-tamu dari luar ini termasuk yang dari luar negeri, itu yang menjadi prioritas,” ujar Abdi Permana.
Selain area tribun dan fasilitas umum, ruang transit serta ruang tunggu atlet juga menjadi fokus pembenahan agar memenuhi standar turnamen internasional.
“Kemudian ada ruangan transit dan ruangan tunggu untuk pemain. Nah, jadi dengan kondisi eksisting ada paling tidak desain interior untuk ruang-ruang untuk tunggu dan ruangan-ruangan untuk pemain tadi itu bisa kita rehab dan kita tingkatkan lah. Jadi agak sedikit representatif lah untuk bisa menjamu tamu-tamu dari luar tadi itu,” katanya.
Abdi menambahkan, meski Technical Delegate dari PTMSI Kalimantan Timur menilai pencahayaan GOR sudah cukup layak, namun Pemerintah Kabupaten Paser tetap menginginkan kualitas venue lebih maksimal.
“Meskipun tadi juga sudah disampaikan oleh TD, sudah cukup layak pencahayaannya tapi sekali lagi beliau berharap kita bisa lebih representatif lah,” ucapnya.
Untuk mendukung kenyamanan selama pertandingan, Disporapar juga berencana menambah fasilitas pendingin ruangan melalui kerja sama dengan Event Organizer (EO), sekaligus meningkatkan kapasitas daya listrik GOR Sadurengas.
“Kemungkinan karena kita juga menggunakan jasa EO, artinya untuk AC ataupun pendingin udara, mungkin sifatnya nanti sewa. Tapi dalam waktu dekat juga kita akan menambah daya untuk fasilitas GOR Sadurengas,” ujarnya.
Menurut Abdi, total anggaran rehabilitasi venue diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar karena perbaikan dilakukan di berbagai sisi bangunan.
“Sekitar 1 miliar setengah. Itu sudah ditargetkan harusnya minimal sesuai yang apa arahan Pak Bupati tadi mungkin untuk penangan dan tribun menyusul. Tapi terkait dengan interior, toilet, segala macam mudah-mudahan bisa selesai segera,” katanya.
GOR Sadurengas sendiri memiliki kapasitas sekitar 2.000 penonton dan ditargetkan rampung direhabilitasi sebelum pelaksanaan turnamen berlangsung. (Dy)
Editor: Ang



