PSTI Kaltim Benahi Sistem Pembinaan demi Kejar Prestasi Sepak Takraw

Gambar saat ini: Foto: Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PSTI Kaltim, Arianto Juanda. Sumber: Istimewa.
Foto: Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PSTI Kaltim, Arianto Juanda. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kalimantan Timur mulai melakukan pembenahan di berbagai sektor guna meningkatkan prestasi olahraga sepak takraw di Benua Etam.

Langkah tersebut dilakukan setelah terbentuknya kepengurusan baru PSTI Kaltim hasil Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang digelar pada Februari 2026 lalu.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PSTI Kaltim, Arianto Juanda, mengatakan bahwa keberhasilan meraih prestasi tidak hanya bergantung pada fasilitas dan atlet berkualitas, tetapi juga membutuhkan keseriusan serta kekompakan pengurus organisasi.

“Namun di sisi lain, meski adanya sapras dan atlet bukan berarti prestasi tersebut mudah dicapai bak membalikkan telapak tangan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Arianto menilai prestasi sepak takraw Kalimantan Timur saat ini masih tertinggal dibandingkan Kalimantan Utara (Kaltara), meski Kaltara merupakan provinsi yang lebih muda.

Menurutnya, salah satu persoalan utama yang selama ini terjadi adalah ketidaktepatan dalam proses pemilihan atlet.

“Saya tak menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini. Saya menilai dari kacamata saya pribadi. Jujur, Kaltim ini sekarang tertinggal dari sisi prestasi dengan Kaltara. Padahal mereka adalah provinsi baru,” ujar Arianto.

Padahal dari sisi sarana dan prasarana, Kalimantan Timur dinilai lebih unggul. Bahkan Kaltim memiliki Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) yang juga membina atlet sepak takraw melalui program pendidikan dan latihan khusus.

Selain faktor pemilihan atlet, Arianto juga menilai kurang solidnya kepengurusan sebelumnya menjadi penyebab prestasi sepak takraw Kaltim belum maksimal.

Karena itu, di bawah kepemimpinan Ketua PSTI Kaltim Sabaruddin Pancecalle, organisasi kini fokus membangun sistem pembinaan yang lebih kuat dan terstruktur hingga ke daerah.

Pengurus baru PSTI Kaltim sendiri resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan pada 13 Maret 2026.

“Jadi baru sekitar dua bulan kepengursan baru ini hadir. Yang jelas kami sudah sepakat mengangkat prestasi sepak takraw Kaltim lebih baik. Terlebih kami akan menghadapi BK PON tahun depan, dimana kami akan mengawali pencarian atlet-atlet terbaik lewat ajang Porprov Paser,” kata Arianto memungkasi.

PSTI Kaltim menargetkan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser sebagai momentum menjaring atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON).

Dengan sistem pembinaan baru dan evaluasi menyeluruh terhadap organisasi, PSTI Kaltim berharap sepak takraw Kaltim kembali mampu bersaing di level nasional. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *