Dua Eks Menteri Pertahanan China Dijatuhi Hukuman Mati Bersyarat dalam Kasus Korupsi

Gambar saat ini: Foto: Dua mantan Menteri Pertahanan Wei Fenghe dan Li Shangfu dijatuhi hukuman mati. Sumber: Istimewa.
Foto: Dua mantan Menteri Pertahanan Wei Fenghe dan Li Shangfu dijatuhi hukuman mati. Sumber: Istimewa.

Xinhua, Kaltimedia.com – Dua mantan Menteri Pertahanan Wei Fenghe dan Li Shangfu dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun dalam kasus korupsi.

Melansir Reuters, putusan tersebut diumumkan media pemerintah Xinhua pada Kamis (8/5/2026), sekaligus menegaskan besarnya gelombang pembersihan di tubuh militer China yang terus dilakukan Presiden Xi Jinping.

Militer menjadi salah satu fokus utama kampanye antikorupsi Xi Jinping sejak mulai berkuasa pada 2012. Dalam beberapa tahun terakhir, penyelidikan bahkan menjangkau unit elite Pasukan Roket China yang bertanggung jawab atas pengawasan senjata nuklir dan rudal konvensional.

Laporan Xinhua menyebut Li Shangfu terbukti menerima suap dalam jumlah besar serta memberikan suap kepada pihak lain demi kepentingan pribadi. Ia juga dinilai gagal menjalankan tanggung jawab politik dan menyalahgunakan kewenangannya.

Sementara itu, penyelidikan terhadap Wei Fenghe menemukan adanya penerimaan uang dan barang berharga dari praktik suap. Wei juga disebut membantu pihak lain memperoleh keuntungan tidak semestinya dalam urusan penempatan jabatan.

Media pemerintah China sebelumnya menyebut tindakan Wei memiliki dampak yang sangat serius dan menimbulkan kerugian besar bagi institusi.

Dalam sistem hukum China, hukuman mati dengan penangguhan dua tahun umumnya akan diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup apabila terpidana tidak melakukan pelanggaran selama masa penangguhan.

Namun, menurut laporan Xinhua, setelah hukuman diubah, keduanya tetap akan menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pengurangan masa hukuman maupun pembebasan bersyarat.

Gelombang pembersihan di tubuh militer China juga sempat menyasar sejumlah pejabat tinggi lainnya. Salah satunya Jenderal Zhang Youxia yang dicopot dari jabatannya awal tahun ini.

Lembaga kajian International Institute for Strategic Studies (IISS) sebelumnya menilai kampanye antikorupsi besar-besaran di tubuh militer China berpotensi memengaruhi struktur komando dan kesiapan tempur angkatan bersenjata negara tersebut. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *