Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Pemerintah Fokus Penanganan Korban dan Pemulihan Jalur

Gambar saat ini: Foto: Kondisi gerbong Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari. Sumber: Istimewa.
Foto: Kondisi gerbong Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari. Sumber: Istimewa.

Bekasi Timur, Kaltimedia.com — Pemerintah menegaskan penanganan korban menjadi prioritas utama pascakecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari. Hal ini disampaikan Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Dony tiba di lokasi sekitar pukul 00.00 WIB bersama Wakil Ketua DPR sekaligus Utusan Presiden, Sufmi Dasco Ahmad. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau proses evakuasi sekaligus menyampaikan duka kepada para korban.

“Atas nama pribadi maupun atas nama pemerintah, BP BUMN serta Danantara, kami mengucapkan duka yang mendalam dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya atas musibah yang terjadi,” ujar Dony dalam keterangan resmi.

Berdasarkan laporan sementara, insiden ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Pemerintah kini mengerahkan seluruh sumber daya guna memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan optimal.

Dony menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama dalam penanganan kejadian ini.

“Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” tegasnya.

Ia menambahkan, fokus pemerintah tidak hanya pada pemulihan operasional jalur kereta, tetapi juga memastikan seluruh korban terdampak memperoleh layanan terbaik.

“Fokus utama kami saat ini bukan hanya pemulihan operasional jalur, tetapi memastikan setiap individu yang terdampak mendapatkan penanganan yang paling cepat dan terbaik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dony dan Sufmi Dasco Ahmad juga berdialog dengan petugas di lapangan untuk memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.

“Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan musibah ini. Keselamatan dan kepercayaan masyarakat adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar,” tutup Dony.

Sebagai langkah respons cepat, PT Kereta Api Indonesia membuka layanan informasi bagi keluarga korban melalui WhatsApp di nomor 0811-2223-3121 serta Call Center 121. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *