
TEHERAN – Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran turut menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Pemimpin Iran tersebut turut tewas dalam serangan tragis pada penghujung bulan Februari, Sabtu (28/2/2026). Selain itu Mahmoud Ahmadinejad, mantan presiden Iran juga dilaporkan tewas atas serangan tersebut.
Pria berusia 69 tahun itu tewas di Narmak, Teheran timur, ketika kota itu dihantam beberapa kali pada hari pertama serangan yang juga menyebabkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran.
Kursi kepemimpinan Iran kini tampak kosong usai sang pemimpin besar tewas. Tongkat estafet kepemimpinan Iran ternyata kini sudah diserahkan ke beberapa pihak yang turut diberikan kepercayaan oleh Khamenei jika ia suatu saat tak bisa lagi memimpin.
Berdasarkan laporan terbaru dari Al Jazeera dan berbagai sumber resmi pada awal Maret 2026, Iran kini berada di bawah kepemimpinan sementara sebuah dewan khusus setelah wafatnya Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei.
Sesuai dengan Konstitusi Iran, kekosongan kekuasaan ini tidak diisi oleh satu orang saja, melainkan oleh sebuah panel kolektif.
Dewan ini bertugas menjalankan seluruh wewenang Pemimpin Agung sampai Majelis Ahli (Assembly of Experts) memilih penerus tetap.
Dewan ini terdiri dari tiga pejabat tinggi negara, yakni.
• Presiden Republik Islam Iran.
• Ketua Mahkamah Agung (Kepala Kehakiman).
• Seorang Fuqaha (ahli hukum Islam) dari Dewan Garda.



