
BALIKPAPAN — Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, terutama menjelang tahun anggaran 2026.
Menurutnya, meskipun ada penyesuaian akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, program strategis tetap harus diprioritaskan, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan yang menjadi komitmen utama Pemkot Balikpapan.
“Kalau bisa diselesaikan tahun 2026, kenapa harus menunggu lama. Walaupun TKD berkurang, pemerintah tetap wajib menjalankan program dasar seperti pendidikan dan kesehatan karena sudah diatur dalam undang-undang,” ujar Yusri, Rabu (29/10/2025).
Ia mengungkapkan bahwa di sektor pendidikan, masih banyak kebutuhan pembangunan fasilitas sekolah yang belum terpenuhi. Tahun ini, hanya dua proyek pendidikan yang bisa berjalan karena efisiensi anggaran.
“Harusnya bisa lebih banyak. Kita ini kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), jadi pembangunan pendidikan harus cepat digenjot. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.
Yusri juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyerapan anggaran daerah. Komisi III, kata dia, rutin menggelar rapat evaluasi setiap triwulan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana. Namun, jadwal evaluasi triwulan terakhir sedikit tertunda karena padatnya agenda kerja dewan.
“Biasanya kami rapat tiap tiga bulan. Harusnya Oktober ini, tapi karena banyak agenda, kemungkinan kami lakukan awal November untuk memantau serapan anggaran bersama mitra kerja,” jelasnya.
Hingga saat ini, tingkat penyerapan anggaran tahun 2025 telah mencapai sekitar 80 persen. Yusri berharap seluruh kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu agar tidak menyisakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) di akhir tahun.
“Harapannya semua bisa terserap maksimal. Kalau ada sisa anggaran, berarti perencanaannya belum optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian kegiatan yang belum terlaksana umumnya bukan termasuk program prioritas. Sementara itu, proyek-proyek penting seperti penanganan banjir, peningkatan jalan, dan pembangunan infrastruktur dasar telah berjalan sesuai target.
“Yang tertunda itu kebanyakan kegiatan pendukung. Untuk yang prioritas, seperti banjir dan infrastruktur utama, semua sudah berjalan,” pungkasnya. (Adv)





