
Paser, Kaltimedia.com – Kepastian penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-8 Kalimantan Timur masih belum menemukan titik terang. Hal ini mengemuka usai Rapat Koordinasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi dan Dispora kabupaten/kota yang digelar di Samarinda pekan lalu.
Porprov yang semula direncanakan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah, terancam mundur akibat persoalan anggaran di sejumlah daerah.
Kepala Disporapar Paser, Kurniawan, menegaskan bahwa Paser sejatinya telah siap menjadi pelaksana Porprov, baik dari sisi venue maupun kontingen.
“Sebagai tuan rumah, Paser siap. Paser siap pelaksanaan Porprov di 2026. Dari segi kontingen kita juga sudah menganggarkan khusus untuk Paser,” ujarnya.
Meski demikian, Kurniawan mengungkapkan kendala utama justru berasal dari belum turunnya bantuan keuangan (bankeu) dari provinsi untuk penyelenggaraan. Padahal, menurutnya, tanggung jawab utama pelaksanaan Porprov berada di tingkat provinsi.
“Nah, yang masih jadi pertanyaan ke kami ini adalah penyelenggaraan Porprov itu kan tanggung jawab provinsi. Jadi anggaran untuk penyelenggaraan ini yang akan disalurkan yang sebelumnya mulai PB Porprov itu sampai sekarang belum ada kejelasan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam APBD Murni 2026 belum terdapat alokasi bantuan dari provinsi. Jika dianggarkan melalui APBD Perubahan, dikhawatirkan berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena waktu pelaksanaan yang sudah terlalu dekat.
Melihat kondisi tersebut, Kurniawan menilai opsi pengunduran waktu menjadi langkah paling realistis agar penyelenggaraan lebih matang.
“Kalau menurut saya lebih baik dimundurkan. Kalau dipaksakan itu pertama dari segi penganggaran tadi. Kalau kita anggarkan di APBD Perubahan, itu kan waktunya pendek. Sedangkan Porprov itu dilaksanakan bulan November,” ujarnya.
Ia menekankan, berbagai kebutuhan seperti pengadaan sarana dan prasarana memerlukan waktu persiapan yang cukup. Tanpa kepastian anggaran, proses tersebut sulit direalisasikan tepat waktu.
“Sebelum November itu kita pasti sudah ada pembelian-pembelian ini, pengadaan-pengadaan ini. Kalau anggarannya belum ada bagaimana. Jadi memang idealnya memang harusnya diundurkan,” tambahnya.
Berdasarkan komunikasi dengan Dispora kabupaten/kota lain, persoalan anggaran juga menjadi kendala utama di daerah lain. Bahkan, disebutkan ada daerah yang belum memiliki alokasi anggaran sama sekali untuk mengikuti Porprov.
Kurniawan menyebut, apabila diundur ke Maret 2027, jadwal tersebut dinilai lebih ideal dan tidak akan mengganggu persiapan Kaltim menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON).
Dengan kondisi saat ini, kepastian jadwal Porprov Kaltim 2026 masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah provinsi. (Dy)
Editor: Ang



