Indonesia–AS Teken Kesepakatan Dagang dan Investasi US$7 Miliar saat Kunjungan Prabowo ke Washington

Gambar saat ini: Foto: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC. Sumber: Istimewa.
Foto: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC. Sumber: Istimewa.

Washington DC, Kaltimedia.com – Perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani kesepakatan perdagangan dan investasi senilai lebih dari US$7 miliar dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC.

Mengutip laporan Reuters pada Kamis (19/2/2026), kesepakatan tersebut diteken pada Rabu sore waktu setempat, sehari sebelum pertemuan puncak antara Prabowo dan Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan ini dikonfirmasi melalui pernyataan resmi US-ASEAN Business Council (USABC). Dalam lembar fakta yang dirilis, disebutkan bahwa kerja sama mencakup komitmen pembelian komoditas pertanian AS oleh perusahaan Indonesia, yakni 1 juta metrik ton kedelai, 1,6 juta ton jagung, dan 93.000 ton kapas.

Selain itu, Indonesia dijadwalkan mengimpor 1 juta ton gandum tahun ini dan diproyeksikan meningkat hingga 5 juta ton pada 2030.

Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis

Sektor energi dan pertambangan turut menjadi bagian penting dalam paket kesepakatan. Tercatat adanya nota kesepahaman (MoU) antara Freeport McMoRan dan Kementerian Investasi RI terkait pengembangan mineral kritis.

Kerja sama juga disepakati antara Pertamina dengan Halliburton Co untuk proyek pemulihan ladang minyak.

Prabowo Undang Pengusaha AS Perluas Investasi

Mengutip kantor berita Antara, Presiden Prabowo secara langsung mengundang para pengusaha AS untuk memperluas investasi di Indonesia saat menghadiri pertemuan dengan U.S. Chamber of Commerce (USCC), USABC, dan US-Indonesia Society (USINDO).

Pertemuan tersebut digelar di Gedung USCC, Washington DC, dan dihadiri jajaran menteri serta petinggi BUMN.

Dalam forum Business Summit itu, Prabowo menyoroti 18 proyek strategis hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah. Ia menegaskan bahwa Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan politik, serta berkomitmen pada tata kelola pemerintahan yang bersih dan pemberantasan korupsi.

“Kami terbuka, kami membutuhkan investasi, dan kami menginginkan lebih banyak investasi. Kami yakin kami kompetitif, kami atraktif, dan kami punya banyak cadangan mineral yang dibutuhkan untuk produksi teknologi-teknologi baru,” ujar Prabowo di hadapan para pengusaha AS.

Kesepakatan senilai lebih dari US$7 miliar ini menjadi salah satu capaian konkret dalam upaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral Indonesia–AS, khususnya di sektor pangan, energi, dan mineral strategis. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *