
Ibu Kota Nusantara, Kaltimedia.com – Untuk pertama kalinya sejak mulai dibangun, Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar salat tarawih perdana, menandai dimulainya rangkaian ibadah Ramadan 1447 Hijriah di jantung ibu kota baru Indonesia.
Bagi masyarakat yang belum dapat hadir langsung di Kalimantan Timur, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyediakan akses siaran langsung melalui kanal YouTube resmi IKN. Langkah ini diambil agar seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan atmosfer Ramadan pertama dari pusat pemerintahan baru.
Siap Tampung Ribuan Jemaah
Meski pembangunan kawasan IKN masih terus berlangsung, area utama Masjid Negara telah siap sepenuhnya untuk menampung ribuan jemaah. Mereka terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) yang telah menetap, pekerja konstruksi, hingga masyarakat lokal dari wilayah sekitar Sepaku, Penajam Paser Utara.
Kesiapan infrastruktur ibadah menjadi salah satu prioritas Otorita IKN, guna memastikan kehidupan sosial dan keagamaan berjalan beriringan dengan pembangunan fisik kawasan.
Momentum tarawih perdana ini sekaligus memperkuat identitas Nusantara sebagai kota yang inklusif, namun tetap berlandaskan nilai-nilai spiritualitas.
Filosofi dan Konsep Forest City
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pembangunan Masjid Negara memiliki nilai filosofis yang mendalam. Masjid ini dirancang menjadi ikon dunia yang mencerminkan wajah Islam Indonesia yang moderat dan modern.
“Masjid Negara ini bukan hanya soal estetika arsitektur yang dikelilingi air, tapi soal fungsionalitas dan kenyamanan beribadah. Kita ingin umat yang beribadah di sini merasakan ketenangan luar biasa di tengah lingkungan yang hijau,” ujar Basuki, dikutip dari Kompas.com.
Ia menambahkan, pengerjaan masjid dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi mengingat posisinya yang strategis di kawasan sumbu kebangsaan IKN.
Keberadaan ruang terbuka hijau dan embung yang mengelilingi bangunan bukan sekadar elemen estetika, melainkan bagian dari konsep forest city yang diterapkan pada rumah ibadah tersebut.
Tonggak Sejarah Baru
Dimulainya tarawih perdana ini menjadi tonggak sejarah baru bagi IKN. Jika sebelumnya Nusantara lebih sering dibicarakan dalam konteks progres pembangunan dan angka investasi, Ramadan 1447 H menghadirkan narasi baru tentang kebersamaan, ketenangan, dan semangat spiritual di ibu kota masa depan Indonesia.
Ramadan kali ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang dimulainya kehidupan sosial-keagamaan yang lebih utuh di rumah baru bangsa. (Ang)



