
Samarinda, Kaltimedia.com — Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Panracalle, meninjau langsung Jembatan Mahakam, Jumat (30/1/2026), untuk memastikan progres penanganan pasca insiden penabrakan yang selama hampir satu tahun terakhir menjadi perhatian publik.
Dalam kunjungan tersebut, Sabaruddin menyampaikan apresiasi atas dimulainya tahap fisik perbaikan, yang ditandai dengan pembukaan area kerja serta pelaksanaan pemancangan oleh pihak vendor.
Menurutnya, dimulainya pekerjaan ini menjadi jawaban atas penantian panjang sejak insiden penabrakan jembatan yang terjadi pada Februari 2025 lalu.
“Alhamdulillah, hari ini terjawab sudah. Setelah hampir satu tahun sejak kejadian, akhirnya kita melihat langsung bahwa proses perbaikan benar-benar berjalan. Vendor yang selama ini ditunggu sudah mulai bekerja. Ini bukan proses yang singkat dan mudah,” ujar Sabaruddin di lokasi.
Ia menjelaskan, lambannya progres penanganan sebelumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari mekanisme tender, proses administrasi, hingga penyelesaian klaim asuransi. Seluruh tahapan tersebut, kata dia, harus dilalui secara hati-hati karena menyangkut aset strategis milik daerah.
Sabaruddin menegaskan bahwa Jembatan Mahakam merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sekaligus jalur vital bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Samarinda dan sekitarnya. Oleh karena itu, pengembalian fungsi jembatan ke kondisi optimal menjadi tanggung jawab besar yang harus dituntaskan secara serius.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian persoalan tersebut, di antaranya KSOP, Pelindo, Pemprov Kaltim, serta perusahaan pemilik kapal yang menabrak jembatan, yang dinilai telah menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab.
“Kami dari DPRD memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. Ini adalah bentuk komitmen bersama. Harapannya, kejadian penabrakan terhadap aset publik seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Meski demikian, Sabaruddin juga menyoroti masih maraknya insiden penabrakan jembatan dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan catatan DPRD Kaltim, dalam rentang waktu akhir tahun hingga awal Januari, tercatat tiga kejadian serupa.
Ia menilai sebagian besar insiden tersebut disebabkan oleh kelalaian manusia (human error). Karena itu, ia mengingatkan instansi terkait agar lebih serius dalam memperkuat aspek keamanan dan keselamatan pelayaran, khususnya di jalur Sungai Mahakam yang memiliki tingkat aktivitas tinggi.
“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan DPRD atau pemerintah saja. Semua pihak yang terlibat dalam pelayaran dan pengelolaan transportasi sungai harus berperan aktif,” katanya.
Politisi Partai Gerindra itu menilai dimulainya pemancangan menjadi bukti konkret komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya belum terlihat adanya progres signifikan hingga masa kepemimpinan DPRD berjalan hampir satu tahun terakhir.
“Hari ini kita melihat langsung bukti komitmen itu. Inilah yang terus kami dorong melalui komunikasi intensif dan fungsi pengawasan DPRD,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang



