
Samarinda, Kaltimedia.com — Seorang sopir truk berinisial FL, warga Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tewas dalam insiden ledakan tabung gas elpiji di kawasan Jalan IR Sutami, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Peristiwa tersebut terjadi di area parkiran ruko dan sempat menggegerkan warga sekitar.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Novi Hari, menjelaskan korban merupakan sopir truk pengangkut sembako. Saat kejadian, korban baru saja berbelanja berbagai kebutuhan pokok di Samarinda untuk dibawa ke Kutai Timur.
“Korban ini sopir truk pengangkut sembako, seperti tabung gas elpiji, air minum, dan barang pecah belah. Setelah selesai memuat barang, korban hendak menutup bak truk menggunakan terpal,” ujar Novi kepada detikKalimantan, Selasa (27/1/2026).
Menurut Novi, setelah terpal selesai dipasang dan diikat, korban memotong sisa tali yang terlalu panjang menggunakan korek api. Namun saat korek dinyalakan, diduga terjadi percikan api yang memicu ledakan akibat kebocoran gas.
“Diduga ada kebocoran gas. Saat korek dinyalakan, langsung terjadi ledakan,” jelasnya.
Ledakan tersebut menyebabkan satu tabung gas elpiji meledak dan menghantam korban dengan keras. Bahkan, kuatnya ledakan membuat bak truk terlempar ke sisi kiri dan kanan hingga sekitar lima meter.
“Korban meninggal dunia di tempat kejadian dengan luka parah di bagian kepala,” terang Novi.
Di dalam truk diketahui terdapat lebih dari 100 tabung gas elpiji. Namun, polisi masih mendalami jumlah pasti tabung yang meledak, mengingat sebagian tabung terpental keluar akibat ledakan tersebut.
“Jumlah tabung gas di dalam truk ada lebih dari 100. Untuk jumlah yang meledak masih kami dalami,” tambahnya.
Usai kejadian, korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan autopsi. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti insiden ledakan tersebut. (Ang)



