Ikut Ambil Rapor Anak, Samri Shaputra Tegaskan Peran Ayah Tak Sekadar Pencari Nafkah

Gambar saat ini: Foto: Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, bersama bersama putranya usai mengambil rapor. Sumber: Rfh.
Foto: Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, bersama bersama putranya usai mengambil rapor. Sumber: Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com — Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, ikut ambil bagian dalam Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah (GEMAR) dengan mendatangi langsung sekolah putranya saat pembagian rapor. Kehadirannya menjadi potret nyata keterlibatan ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak.

Samri datang ke MI Ma’arif 003 Samarinda untuk mendampingi putranya, Muhammad Raditya Samri Putra, siswa kelas 3A yang bersekolah di Jalan Rukun, Kelurahan Rapak Dalam. Menurutnya, momen sederhana seperti mengambil rapor memiliki makna besar bagi kedekatan emosional orang tua dan anak.

“Gerakan ini bentuk pengasuhan dan pendidikan kita kepada anak, supaya kita lebih dekat secara emosional,” ujar Samri saat ditemui di sekolah, Jumat (19/12/2025).

Ia menilai, selama ini urusan pendidikan dan komunikasi dengan sekolah lebih sering dibebankan kepada ibu. Padahal, ayah juga memiliki peran penting yang tidak boleh terabaikan, terutama dalam momen-momen penting perkembangan anak.

“Selama ini kan dikit-dikit ibu. Nah, di momen penting seperti ini, ayah punya kesempatan untuk terlibat langsung,” katanya.

Bagi Samri, kehadiran ayah tidak harus dalam bentuk yang rumit. Hal-hal sederhana justru meninggalkan kesan mendalam bagi anak.

“Mengantar dari rumah, mengambil rapor, setelah itu kita ajak jajan sebentar. Itu sederhana, tapi bermakna bagi anak,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa sebelum menjadi anggota DPRD, dirinya masih memiliki waktu lebih leluasa untuk berbagi peran dengan sang istri dalam mengantar dan menjemput anak sekolah. Namun, padatnya agenda kedewanan membuat peran tersebut kini lebih sering dijalankan oleh ibu.

“Kalau dulu sebelum di dewan, waktunya tidak terlalu padat. Kadang pagi saya antar, pulangnya dijemput istri, atau sebaliknya. Tapi sekarang, karena kesibukan, peran itu lebih banyak diambil ibu,” tuturnya.

Meski demikian, Samri menilai GEMAR menjadi pengingat penting bagi para ayah agar tetap meluangkan waktu di tengah kesibukan pekerjaan. Ia percaya keterlibatan ayah dapat memberikan rasa aman, perhatian, dan pengaruh positif bagi tumbuh kembang anak.

“Anak-anak itu kebanyakan lebih dekat dengan ibu. Padahal, ayah juga punya peran besar. Momentum seperti pengambilan rapor ini sangat tepat untuk diambil perannya,” ujarnya.

Terkait kemungkinan dorongan dari lembaga legislatif, Samri menilai gerakan ini lebih tepat dijalankan sebagai imbauan moral, bukan kewajiban formal, mengingat kondisi dan kesibukan setiap ayah berbeda-beda.

“Kalau mewajibkan tentu sulit. Tapi sebagai imbauan, ini kegiatan yang sangat positif,” tambahnya.

Suasana wawancara sempat menjadi haru ketika Samri meneteskan air mata, mengenang masa kecilnya dan hubungan dengan orang tuanya.

“Intinya, bagaimana kita bisa lebih dekat dengan anak,” ucapnya lirih.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor diharapkan dapat terus menumbuhkan kesadaran bahwa peran ayah dalam keluarga tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping, pelindung emosional, dan teladan bagi anak-anaknya. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *