5 Desa di Aceh Tengah Terisolir Lagi, Jembatan Darurat Putus Diterjang Banjir Susulan

Gambar saat ini: Foto: Banjir besar melanda Aceh Tengah. Sumber: Istimewa.
Foto: Banjir besar melanda Aceh Tengah. Sumber: Istimewa.

Aceh Tengah, Kaltimedia.com – Sebanyak lima desa di Aceh Tengah kembali terisolir setelah jembatan darurat yang menjadi akses utama warga putus akibat banjir susulan sejak Senin (6/4/2026).

Kelima desa terdampak yakni Desa Terang Engon di Kecamatan Silih Nara, serta Desa Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara di Kecamatan Ketol. Hingga kini, seluruh wilayah tersebut belum dapat diakses baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, menjelaskan bahwa jembatan darurat yang sebelumnya dibangun pascabencana pada November 2025 kembali rusak akibat derasnya arus banjir.

“Akses jembatan putus lagi, sehingga menyebabkan terisolirnya sejumlah desa,” ujarnya, Selasa (7/4).

Beberapa titik jembatan yang terdampak antara lain berada di Terang Engon, jembatan Simpil di Kecamatan Linge, serta jembatan Berawang Gajah.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Posko Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) wilayah Aceh, Safrizal ZA, memastikan pemerintah tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terisolir.

Menurutnya, akses kendaraan berat memang belum memungkinkan, namun distribusi logistik akan tetap dilakukan semaksimal mungkin.

“Untuk wilayah terisolir, kami berusaha memenuhi semua kebutuhan masyarakat di lima desa tersebut,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyiagakan alat berat di lokasi terdampak banjir dan longsor.

Safrizal menegaskan bahwa perbaikan akses akan terus dilakukan meskipun kondisi cuaca belum stabil. Jika jalur yang diperbaiki kembali rusak, maka perbaikan akan segera dilakukan kembali.

“Jika akses yang terputus diperbaiki, lalu terputus lagi, maka akan kita perbaiki lagi,” ujarnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa wilayah Aceh Tengah masih rawan terhadap dampak bencana hidrometeorologi, sehingga diperlukan upaya penanganan yang berkelanjutan serta kesiapsiagaan dari semua pihak. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *