Stok Beras di Kaltim Dipastikan Aman hingga Idulfitri 2026, Harga Masih Sesuai HET

Gambar saat ini: Foto: Beras Bulog yang stoknya terjamin masih aman hingga Idulfitri 2026. Sumber: Istimewa.
Foto: Beras Bulog yang stoknya terjamin masih aman hingga Idulfitri 2026. Sumber: Istimewa.

Samarinda, kaltimedia.com — Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam kondisi aman hingga Idulfitri 2026. Selain pasokan yang terjaga, harga beras di pasaran juga dipastikan tetap stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Asisten Manager Supply Chain & Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Samarinda, Ahmad Syaulani, mengatakan stok beras medium yang tersimpan di gudang Bulog Cabang Samarinda saat ini mencapai sekitar 6.300 ton. Stok tersebut melayani kebutuhan enam kabupaten/kota di wilayah kerja Bulog Samarinda.

“Dengan kebutuhan sekitar 1.200 ton per bulan, stok yang ada cukup untuk memenuhi konsumsi hingga lima bulan ke depan,” ujar Syaulani, Sabtu (13/12/2025).

Ia menegaskan, ketersediaan beras tersebut cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga hingga momentum hari besar keagamaan. Beras yang disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih dijual sesuai HET, yakni Rp13.100 per kilogram.

Menurutnya, sejumlah mitra penjualan bahkan memasarkan beras SPHP di bawah HET. “Ada mitra yang menjual sekitar Rp63 ribu per kemasan 5 kilogram,” katanya.

Syaulani menambahkan, harga beras di Kaltim relatif sebanding dengan daerah lain di Indonesia. Wilayah operasional Bulog Samarinda meliputi Kota Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Mahakam Ulu, serta beberapa wilayah sekitarnya.

“Baik beras yang berasal dari Kaltim maupun dari luar daerah, seluruhnya mengikuti HET nasional. Semua jenis beras medium Bulog dipasarkan dengan harga yang sama,” tegasnya.

Terkait isu peredaran beras oplosan, Syaulani menyebut pengawasan dan penindakan menjadi kewenangan Satgas Pangan. Sementara Bulog secara rutin melakukan pemantauan kualitas beras di tingkat mitra penjualan.

“Kami melakukan pengecekan secara berkala. Kualitas beras sejak awal sudah terjamin,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan adanya selisih harga antara beras SPHP Bulog dan beras medium non-Bulog. Beras SPHP dipatok Rp13.100 per kilogram, sedangkan beras medium umum berkisar Rp14.000 per kilogram. Untuk kategori premium, Bulog menyediakan merek seperti Slyp, Super, dan Sentra Ramos dengan HET Rp19.400 per kilogram. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *