FPTI Paser Bangun Lagi Fondasi Pembinaan, Targetkan Kebangkitan jelang Porprov 2026

Gambar saat ini: Foto: Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.
Foto: Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Paser terus melakukan pemantauan internal, mulai dari pembinaan atlet, perbaikan organisasi, hingga kondisi venue latihan yang dinilai belum memadai.

Dalam beberapa bulan terakhir, atlet panjat tebing Paser mengikuti sejumlah ajang tingkat provinsi dan Babak Kualifikasi (BK) Porprov. Namun, capaian yang diraih masih belum memuaskan karena tidak ada medali emas yang berhasil dibawa pulang.

Ketua Pengcab FPTI Paser, Zulfikar Yusliskatin, menegaskan bahwa kompetisi-kompetisi tersebut menjadi tolok ukur awal untuk melihat kemampuan atlet menjelang Porprov Kaltim VIII/2026 yang akan digelar di Paser.

Ia mengakui bahwa cabang olahraga ini sempat tidak aktif dalam waktu cukup lama sehingga berdampak pada turunnya kualitas atlet.

“FPTI ini sebelumnya lama vakum, tidak ada kegiatan sama sekali. Sekarang kami mulai lagi dari nol, pelan-pelan memperbaiki dan membangun kembali,” ujarnya.

Zulfikar juga menyoroti kondisi venue latihan yang dianggap tidak lagi memenuhi standar. Meski demikian, atlet tetap berlatih dengan fasilitas seadanya.

“Venue yang kami pakai ini venue lama dan sudah tidak sesuai standar. Tapi dengan kehati-hatian tinggi, tetap kami manfaatkan untuk latihan,” jelasnya.

Ia menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan kembali kejayaan panjat tebing Paser, yang pernah melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat Asia. Atlet tersebut kini direkrut sebagai pelatih untuk mentransfer pengalaman dan teknik kepada generasi baru.

“Dulu kita punya atlet yang tampil di kejuaraan Asia. Sekarang dia kami masukkan ke dalam struktur pelatih agar bisa membimbing adik-adik di Paser,” tambahnya.

Di bawah kepemimpinannya, Zulfikar menempatkan pembinaan atlet muda sebagai prioritas utama. Ia ingin mencetak talenta baru dari kalangan pelajar dan remaja, sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap cabang olahraga ini.

“Fokus saya adalah membangun talenta muda, atlet-atlet junior dari tingkat pelajar. Ini yang kami dorong, tentunya didukung pemerintah,” terangnya.

Meski mengakui bahwa pembinaan panjat tebing di Paser memiliki tantangan tersendiri, Zulfikar menegaskan bahwa ia dan jajaran pengurus akan terus berupaya agar cabang ini kembali diminati dan berprestasi. (Dy)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *