
BUAT KOMPOS – Siswa SDN 015 Balikpapan Tengah bergotong royong membuat kompos bersama guru pendamping sebagai bagian dari program menuju Adiwiyata nasional 2025. Sumber foto: Istimewa
BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan resmi membentuk Forum Adiwiyata. Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan bahwa pembentukan forum ini untuk memperkuat gerakan sekolah berbasis peduli lingkungan.
Sekaligus forum ini menjadi langkah strategis untuk memastikan sekolah konsisten menjalan program pendidikan lingkungan berkelanjutan.
Irfan Taufik menyebut pembentukan forum ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan program Adiwiyata, yang selama ini telah menjadi salah satu ciri khas sekolah ramah lingkungan di Balikpapan.
“Forum Adiwiyata ini dibentuk agar pembinaan bisa berjalan berkesinambungan. Tidak hanya untuk sekolah yang baru mulai, tapi juga bagi sekolah yang sudah mencapai jenjang tinggi dari Adiwiyata Kota hingga Mandiri,” ujarnya.
Menurut Irfan, pembinaan berjenjang menjadi kunci agar semangat menjaga lingkungan tidak berhenti di tengah jalan. Tiap tingkatan program Adiwiyata memiliki indikator berbeda, seperti pengelolaan lingkungan, partisipasi warga sekolah, serta kebijakan berwawasan lingkungan yang harus diterapkan secara nyata.
“Kalau tidak terus dibina, banyak sekolah yang mungkin berhenti hanya sampai Adiwiyata tingkat kota. Padahal tujuan kita adalah melahirkan budaya peduli lingkungan yang benar-benar hidup di sekolah,”jelasnya.
Keistimewaan forum ini, lanjut Irfan, terletak pada struktur keanggotaannya. Forum Adiwiyata berisi para guru aktif dan pensiunan yang telah berpengalaman dalam menjalankan program tersebut di sekolah mereka.
Para anggota forum ini akan berperan sebagai mentor dan pembimbing bagi sekolah lain yang sedang berproses menuju jenjang Adiwiyata berikutnya.
“Mereka ini para guru yang sudah paham betul bagaimana sistem penilaian dan tantangan di lapangan. Jadi bisa langsung memberikan pendampingan praktis bagi sekolah lain,” terang Irfan.
Irfan menegaskan bahwa program Adiwiyata bukan hanya sekadar ajang meraih penghargaan, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan di kalangan siswa, guru, dan warga sekolah.
“Nilai sejati dari Adiwiyata adalah membentuk karakter peduli lingkungan. Jadi bukan berhenti pada piagam, tapi menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sekolah sehari-hari,” tegasnya.
Lahirnya Forum Adiwiyata, Balikpapan semakin memperkuat langkahnya menuju kota pendidikan berwawasan lingkungan. Forum ini diharapkan mampu memperluas kolaborasi antar sekolah dan menjadikan pendidikan hijau sebagai bagian dari identitas Balikpapan yang berkelanjutan. (adv/pry)





